Selundupkan Imigran, 2 Anggota Korps Marinir AS Diadili

CNN Indonesia | Rabu, 10/07/2019 16:46 WIB
Selundupkan Imigran, 2 Anggota Korps Marinir AS Diadili Ilustrasi anggota Korps Marinir Angkatan Laut Amerika Serikat. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua anggota Korps Marinir Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan ditangkap karena terlibat tindak pidana perdagangan orang (trafficking). Keduanya diduga menyelundupkan imigran dari perbatasan AS-Meksiko menggunakan kendaraan militer dengan imbalan uang.

Seperti dilansir AFP, Rabu (10/7), dalam dokumen pengadilan disebutkan kedua marinir AS yang terlibat itu bernama Byron Darnell Law II dan David Javier Salazar-Quintero. Mereka ditangkap penjaga perbatasan AS di Jacumba, California pada 3 Juli lalu.
Di pengadilan, keduanya didakwa delik mengantar tiga imigran gelap sejauh 10 kilometer dari perbatasan AS-Meksiko.

"Kedua Marinir yang berdinas di Kamp Pendleton, San Diego secara sadar dan sengaja menyelundupkan imigran ke AS untuk mendapat keuntungan finansial," demikian petikan surat dakwaan kedua terdakwa.


Dalam dakwaan, ketiga pendatang itu diminta duduk di kursi belakang kendaraan militer untuk diselundupkan ke AS. Para pendatang gelap mengaku membayar US$8000 (sekitar Rp113 juta).

Dalam sidang dilaporkan kedua terdakwa malah saling menyalahkan. Law mengatakan Salazar-Quintero yang menerima perintah melalui ponsel untuk menuju posisi penjemputan. Sedangkan Salazar-Quintero balik menuduh Law yang membujuknya ikut menyelundupkan imigran.
Salazar-Quintero mengatakan dia sudah empat kali terlibat menyelundupkan imigran gelap melalui Jacumba. Salazar-Quintero dan Law disidangkan pada Senin (8/7) lalu.

Ketika dikonfirmasi mengenai kasus yang menjerat dua anggotanya, Korps Marinir AS hanya menjawab singkat.

"Kami akan bekerja sama penuh dalam proses penyelidikan kasus ini," kata Juru Bicara Korps Marinir AS, Lettu Cameron Edinburgh.

[Gambas:Video CNN]

Kasus ini bukan yang pertama terjadi. Tercatat sudah ada tiga perkara trafficking yang melibatkan anggota marinir AS yang terungkap yakni pada 2014, 2017 dan 2018. (ayp)