Kenakan Pakaian Terbuka, Wanita Diminta Turun dari Pesawat

CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 14:52 WIB
Kenakan Pakaian Terbuka, Wanita Diminta Turun dari Pesawat Ilustrasi pesawat. (morgueFile/richard_b)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai America Airlines menyampaikan permintaan maaf kepada seorang penumpang wanita yang merasa tersinggung dengan ucapan pihaknya. 

Latisha "Tisha" Rowe melaporkan tidak diizinkan naik pesawat kecuali kalau menutup pakaian yang ia kenakan. 

Menurut pengacaranya, Geoffrey Berg, Rowe dan putranya hendak melakukan penerbangan dari Kingston, Jamaika menuju Miami, Florida pada 30 Juni, namun seorang awak pesawat meminta mereka turun dari pesawat karena ada hal yang ingin dibicarakan. 

Alhasil, Rowe tidak diizinkan naik pesawat kecuali menutup tubuhnya karena mengenakan baju tanpa tali dan dianggap terlalu terbuka. 

Rowe mengatakan bahwa petugas maskapai itu bertanya apakah dia memiliki jaket, hingga akhirnya Rowe diberikan sebuah selimut untuk menutup tubuhnya. 


Rowe kemudian menceritakan pengalaman tersebut di akun Twitternya dan mengunggah foto dirinya mengenakan pakaian tersebut. 

"Ini (pakaian) yang saya kenakan ketika @AmericaAir meminta saya turun dari pesawat untuk berbicara. Pada saat itu saya diminta untuk "menutup (tubuh)." Ketika (saya) membela pakaian saya, saya diancam tidak akan kembali ke penerbangan kecuali saya berjalan di lorong (pesawat) dengan tubuh tertutup.#notsofriendlyskies," cuitnya. 


"Celana pendek saya menutup SEMUANYA namun tampaknya sangat mengganggu untuk masuk ke pesawat," demikian cuitan Rowe lainnya. 




Rowe bahkan mengakui dirinya yang merupakan seorang berkulit hitam menerima standar ganda. 

Juru bicara American Airlines, Shannon Gilson menginformasikan bahwa pihak perusahaan sedang menyelidiki kasus ini. 

"Kami turut prihatin dengan aduan Dr. Rowe, dan telah menghubungi dirinya serta tim kami di bandar udara Kingston untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi. Kami mohon maaf kepada Dr. Rowe dan putranya atas insiden yang mereka alami, dan telah mengembalikan biaya perjalanan mereka sepenuhnya. Kami bangga melayani penumpang dari berbagai latar belakang dan berkomitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan yang positif dan aman bagi setiap orang yang terbang bersama kami," kata Gilson dalam sebuah pernyataan.

Seperti dilansir dari CNN, Gilson menginformasikan bahwa pihak maskapai berencana mempekerjakan kepala inklusi dan petugas keanekaragaman di perusahaannya. Namun, dirinya tidak menjelaskan apakah perekrutan ini berkaitan dengan insiden yang baru saja terjadi. 

Akibat insiden ini, Rowe yang berasal dari keluarga dokter Housten, mengaku putranya yang berusia delapan tahun merasa sedih bahkan menangis. Sang putra juga langsung menutup wajahnya dengan selimut sesaat setelah duduk di kursi pesawat. 

"America Airlines telah memberikan kesempatan untuk melakukan hal yang benar, dan ini termasuk mengambil langkah untuk menjamin agar orang-orang tidak diperlakukan seperti ini, khususnya wanita dengan warna kulit tertentu," kata Berg.

Menurut Berg, Rowe saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan kepada pihak maskapai. Sementara itu, karyawan American Airlines sendiri menerima pelatihan anti diskriminasi terhadap ras.

[Gambas:Video CNN] (ajw/dea)