FOTO: Uighur di Bawah Bayang-Bayang Ambisi China

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 19:03 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Dugaan pelanggaran HAM oleh pemerintah China kepada etnis minoritas Uighur terus menuai polemik.

Pemerintah China dilaporkan mulai menerapkan kebijakan program kawin campur untuk perlahan-lahan menggerus eksistensi etnis Uighur di provinsi Xinjiang. Mereka juga memberi kemudahan untuk anak-anak hasil kawin campur masuk universitas negeri. (Photo by Greg Baker / AFP)
Sebanyak 22 negara melayangkan surat terbuka ke pejabat urusan hak asasi manusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berisi kecaman atas perlakuan China terhadap Uighur dan kelompok minoritas lainnya di Xinjiang. (Photo by Greg Baker / AFP)
Pemerintah China mengakui telah menahan hampir 13 ribu orang di Xinjiang sejak 2014 dengan dalih bagian dari upaya deradikalisasi yang menargetkan umat Muslim. (Photo by Greg Baker / AFP)
Pemerintah Amerika Serikat mengkritik negara-negara Muslim anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang dianggap tidak bersikap tegas terkait dugaan persekusi China terhadap etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang. (Photo by Greg Baker / AFP)
Pemerintah China dilaporkan menghancurkan sejumlah rumah ibadah dan situs yang dikeramatkan oleh etnis Muslim Uighur. Namun, pemerintah China membantahnya. (Photo by Greg Baker / AFP)
Aparat keamanan China di Xinjiang menggunakan segala cara untuk menghalangi para jurnalis yang hendak meliput kamp khusus etnis Uighur. Mulai dari menyebar mata-mata untuk membuntuti sampai membuat kecelakaan palsu untuk menghambat para pewarta. (Photo by Greg Baker / AFP)
Berdasarkan kesaksian korban, otoritas China terus melakukan penahanan massal sewenang-wenang terhadap Uighur dan minoritas Muslim lain di Xinjiang sejak 2014 lalu. (Photo by Greg Baker / AFP)
China berulang kali membantah seluruh tuduhan diskriminasi itu. Beijing juga menyatakan kamp-kamp penampungan itu hanya