Politikus Selandia Baru Pro OPM Demo Pameran Dagang Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 20:17 WIB
Politikus Selandia Baru Pro OPM Demo Pameran Dagang Indonesia Ilustrasi demo aktivis pendukung Gerakan Pembebasan Papua Barat di Selandia Baru. (AFP PHOTO / Marty MELVILLE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pendukung gerakan kemerdekaan Papua Barat di Selandia Baru melakukan aksi unjuk rasa dalam kegiatan pameran dagang yang diadakan oleh pemerintah Indonesia di Kota Auckland. Sambil membentangkan bendera Bintang Kejora, mereka mengecam pemerintah Indonesia atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Papua.

Seperti dilansir Radio New Zealand, Jumat (12/7), sekitar belasan orang termasuk Anggota Parlemen Selandia Baru, Marama Davidson, ikut berunjuk rasa di Auckland guna menentang pameran bernama Pacific Exposition 2019.
Acara yang mengikutsertakan puluhan pejabat pemerintah itu menjadi upaya terbaru Indonesia guna mendapat dukungan dari wilayah Pasifik dan menjalin hubungan dagang di wilayah tersebut. Namun, para demonstran dan mantan anggota parlemen Catherine Delahunty menganggap acara itu sebagai suatu penghinaan terhadap Papua Barat.

"Kami di sini hari ini karena pemerintah Indonesia telah mendirikan apa yang disebut Pacific Exposition demi membenarkan status Pasifik mereka yang sebenarnya tidak ada," ujar Delahunty.


"Mereka sedang mencoba untuk membenarkan apa yang mereka lakukan di Papua Barat melalui gerakan diplomasi yang membuatnya menjadi bagian dari Pasifik namun pada kenyataannya mereka (Indonesia) adalah tetangga yang buruk bagi negara Papua Barat," tambahnya.
Aktivis Rosa Moiwend menyatakan pameran itu adalah cara Indonesia untuk mengarahkan opini tentang hubungan dengan negara-negara Pasifik, dan mengesampingkan masalah Papua.

"Saya pikir ini adalah upaya Indonesia untuk mengalihkan perhatian dari masalah HAM di Papua kepada perkembangan ekonomi," kata Moiwend.

Pertemuan ini dilaporkan mengundang 17 menteri dan 350 perwakilan dari Indonesia dan berbagai negara Pasifik. Menurut Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, pertemuan itu tidak bakal membahas persoalan politik.
"Kami tidak membicarakan politik di sini, kami membahas persoalan ekonomi, wisata, dan investasi," kata Tantowi seperti dilansir Newshub. (ajw/ayp)