India Kirim Air Bersih dengan Kereta untuk Atasi Kekeringan

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 04:40 WIB
India Kirim Air Bersih dengan Kereta untuk Atasi Kekeringan Ilustrasi kekeringan di India. (ARUN SANKAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 50 gerbong kereta khusus yang membawa 2,5 juta liter pasokan air bersih tiba di Kota Chennai, India pada Jumat (12/7) pekan lalu. Langkah itu dilakukan untuk menanggulangi kekeringan yang melanda kota terbesar keenam di India tersebut.

Seperti dilansir AFP, Senin (15/7), gerbong-gerbong tangki berisi air bersih itu diangkut oleh kereta khusus yang dihiasi bunga serta spanduk bertuliskan "Air Minum Untuk Chennai" di bagian lokomotif.
Setiap harinya, sebanyak empat kereta khusus dikerahkan untuk membawa persediaan air bersih ke Chennai dari Vellore yang berjarak sekitar 125 kilometer.

Pengiriman pertama akan dibawa ke pusat pengolahan air, setelah itu baru didistribusikan ke beberapa truk pengangkut untuk dibawa ke sejumlah wilayah di Chennai.


Kekeringan ini diakibatkan oleh kemarau panjang yang melanda wilayah Chennai dan curah hujan yang cukup rendah pada bulan ini. Padahal, musim hujan biasanya terjadi di Chennai pada Juni hingga Juli.

Kota Chennai dihuni 4,9 juta penduduk. Kota ini juga pernah mengalami krisis air yang sama pada 2001 silam.
Ibukota negara bagian Tamil Nadu ini membutuhkan setidaknya 825 juta liter air per hari. Namun, pemerintah setempat hanya mampu menyediakan 60 persen dari total pasokan air yang dibutuhkan.

Sejumlah waduk di kota Chennai juga telah kering sedangkan sumber air lainnya mulai menyusut setiap harinya akibat suhu wilayah yang mencapai 40 derajat Celcius.

Para petani setempat pun harus berhenti menyirami panen mereka, serta beberapa kantor mewajibkan para pegawai untuk bekerja dari rumah.

[Gambas:Video CNN]

Kekeringan yang melanda Chennai ikut berdampak pada perekonomian kota tersebut karena banyak usaha penginapan dan rumah makan yang terpaksa tutup sementara waktu.

Selain itu, ada pula sejumlah laporan terkait perselisihan antar warga yang berbondong-bondong mengantre untuk mendapatkan pasokan air. (ajw/ayp)