KILAS INTERNASIONAL

Inggris Bakal Lepas Tanker Iran Hingga Kisruh Cuitan Trump

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 07:24 WIB
Inggris Bakal Lepas Tanker Iran Hingga Kisruh Cuitan Trump Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt. (Reuters/Hannah Mckay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai negara pada Senin (15/7) kemarin. Mulai dari Inggris akan melepas tanker Iran dengan syarat hingga kemelut cuitan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang bernada diskriminasi ras. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.



1. Inggris Beri Syarat Pembebasan Tanker Iran


Pemerintah Inggris menyatakan bakal melepas kapal supertanker milik Iran, Grace 1, yang ditangkap di Gibraltar pekan lalu karena diduga melanggar sanksi dengan mengirim minyak untuk Suriah. Menteri Luar Negeri, Jeremy Hunt, menyatakan langkah itu diambil untuk menurunkan ketegangan jika Iran bisa menjamin tujuan kapal itu bukan untuk melanggar sanksi Uni Eropa dan Amerika Serikat.

"Inggris akan membantu pembebasan (kapal) jika ada jaminan tidak akan menuju Suriah dalam proses persidangan di Gibraltar. Saya memastikan keprihatinan kami adalah tujuannya dan bukan asal minyak yang diangkut Grace 1," kata Hunt seperti dilansir AFP, Senin (15/7).
Kapal supertanker milik Iran, Grace 1. (REUTERS/Jon Nazca)
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menyatakan pemerintahnya tidak berniat memperpanjang perselisihan dengan Inggris. Dia berharap masalah itu bisa segera selesai dan tidak merugikan pihak manapun.

Angkatan Laut Inggris menahan Grace 1 di Gibraltar pada 4 Juli lalu. Penyitaan itu dilakukan lantaran kapal tanker Iran diduga hendak mengirim minyak ke Suriah, yang dianggap melanggar sanksi Amerika Serikat dan Uni Eropa.


2. Enam Warga Suriah Tewas Akibat Serangan Roket Militan

Sekitar enam warga sipil tewas dan delapan lainnya luka-luka akibat serangan roket yang diluncurkan kelompok militan di wilayah utara kota Aleppo, Suriah pada Minggu (14/7).

Menurut laporan kantor berita setempat, SANA, ada dua wilayah yang menjadi korban "serangan roket teroris" dan sebuah roket lainnya juga berhasil menghantam sebuah gedung di kota Aleppo, di mana rezim pemerintah telah mengambil alih kembali wilayah itu pada akhir 2016 lalu.

Hingga kini masih belum jelas siapa dalang di balik serangan roket yang menghantam kota Aleppo tersebut.


3. Cuitan Trump Bernada Rasis Menuai Polemik

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dianggap memperlihatkan sikap diskriminasi terhadap ras dalam cuitannya di media sosial Twitter akhir pekan lalu. Hal ini memicu perdebatan di dalam hingga luar negeri.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, Trump mencuit sejumlah anggota kongres perempuan fraksi Demokrat yang dianggap warga keturunan lebih baik angkat kaki ke negara asal mereka. Hal itu dilakukan setelah Dewan Perwakilan mengkritik kondisi fasilitas umum yang tersedia di perbatasan AS untuk menampung para pendatang gelap yang ditangkap.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan fraksi Demokrat di Kongres AS menyerang balik Trump. Mereka merasa cuitan itu tidak patut diutarakan oleh kepala negara.

Mereka yang mengecam adalah Alexandria Ocasio-Cortez, llhan Omar, Ayanna Pressley dan Rashida Tlaib. (ayp/ayp)