LSM Kanker Tutup Gara-gara Joe Biden Maju Pilpres AS

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 09:58 WIB
LSM Kanker Tutup Gara-gara Joe Biden Maju Pilpres AS Kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus dan calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, beserta istrinya memutuskan mundur dari lembaga swadaya masyarakat The Biden Cancer Initiative, dengan alasan fokus dalam kampanye. Namun, dampaknya adalah lembaga itu menghentikan kegiatannya dua bulan setelah Biden mundur.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (16/7), pengumuman penghentian kegiatan LSM itu disampaikan pada Senin kemarin.
"Kami menghentikan seluruh kegiatan karena alasan khusus. Secara pribadi kami akan tetap berkomitmen dalam bidang ini, tetapi untuk saat ini kami harus menghentikan seluruh kegiatan," demikian pernyataan Th Biden Cancer Initiative, Greg Simon.

LSM itu menyatakan seluruh operasional mereka sudah berhenti pada 11 Juli lalu. Lembaga itu dibentuk dua tahun lalu.


Biden yang merupakan mantan wakil presiden Amerika Serikat era Presiden Barack Obama, mengumumkan bahwa ia akan bertarung dalam pemilihan presiden pada 2020 mendatang. Di sisi lain, pencalonan pria kelahiran 76 tahun silam ini juga menimbulkan sejumlah pertanyaan, termasuk perkara usianya yang dianggap terlalu tua.

Biden digadang-gadang menjadi pesaing berat bagi siapa pun yang masuk dalam bursa capres AS. Sebelum Biden mengumumkan pencalonan saja, sejumlah lembaga survei sudah menunjukkan popularitas mantan wapres tersebut.

Biden sendiri memang kerap menjadi sorotan publik karena berbagai masalah terkait keluarganya.
Pada 1972, setelah menang pemilu untuk pemilihan anggota Senat, Biden harus kehilangan istri dan bayinya dalam sebuah tabrakan mobil.

Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kedua putranya, yakni Hunter dan Beau Biden, terluka parah.

Pada 2015, Joe Biden harus kembali merelakan putra sulungnya, Beau Biden, yang meninggal karena mengidap kanker.

Peristiwa itu lantas mengakibatkan Biden gagal menjadi kandidat calon presiden periode 2016 mewakili Partai Demokrat.

Biden bakal bersaing dengan presiden petahana Donald Trump dari Partai Republik. Biden sendiri dikenal sebagai sosok yang sangat keras mengkritik Trump, terutama terkait kebijakan dan perilaku kekanakan sang presiden.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kampanye konvensi Partai Demokrat, Biden menyatakan mengusung program kesehatan bagi masyarakat AS. Dia menyatakan program itu butuh biaya sebesar US$750 miliar (sekitar Rp1044 triliun). Anggaran itu akan diambil dari subsidi silang nilai pajak para kalangan kelas atas yang dinaikkan serta pajak pasar modal. (ayp)