Bendungan Tailing di Brasil Jebol, Vale SA Ganti Rugi Rp1,4 T

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 15:40 WIB
Bendungan Tailing di Brasil Jebol, Vale SA Ganti Rugi Rp1,4 T Bendungan limbah tailing Vale SA yang jebol di Brasil. (REUTERS/Washington Alves)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan pertambangan asal Brasil, Vale SA, menyatakan bakal membayarkan ganti rugi sebesar US$106,52 juta (sekitar Rp1,4 triliun) untuk para pekerja yang meninggal dalam peristiwa ambruknya bendungan penampungan limbah tambang (tailing) pada 25 Januari lalu. Insiden itu menewaskan 248 orang dan dikhawatirkan limbah tambang mencemari lingkungan setempat.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (16/7), dalam keterangannya Vale menyatakan kesepakatan itu sudah disetujui oleh sejumlah pihak. Mereka menjanjikan akan memberi ganti rugi untuk para pekerja yang kehilangan pekerjaan dan sejumlah tunjangan akibat peristiwa itu.
Pada Mei lalu, Vale memberikan ganti rugi kepada sejumlah keluarga korban meninggal sebesar US$2,42 miliar. Mereka juga membayar US$247 juta kepada serikat buruh yang mengajukan tuntutan terkait insiden itu.

Korban meninggal dalam peristiwa bendungan Vale yang jebol di Brumadinho, dilaporkan mencapai 248 orang. Sedangkan 199 orang dilaporkan masih hilang.


Limbah lumpur berton-ton tumpah dan menerjang kawasan di sekitarnya. Menurut tim pencari, kemungkinan besar mereka yang hilang sudah meninggal. Namun, jasadnya tertimbun lumpur tebal yang menyulitkan evakuasi.
Seluruh korban dalam kejadian itu adalah para pekerja tambang. Namun, dampak limbah penambangan berdampak lebih luas.

Peristiwa itu terjadi empat tahun selepas kejadian serupa. Saat itu sebuah bendungan tambang dekat Kota Mariana juga jebol. Alhasil, 19 orang meninggal dalam kejadian itu.

[Gambas:Video CNN]

Sebagian saham tambang itu milik perusahaan Vale. Meski jumlah korban lebih kecil, tetapi kejadian itu berdampak merusak lingkungan karena racun penambangan terbawa aliran sungai hingga ratusan kilometer. (ayp)