Ketiga tersangka itu adalah kakak beradik Alfred dan George Degiorgio serta Vince Muscat yang saat ini berusia sekitar 50 tahun. Mereka ditangkap pada Desember 2017 lalu, dua bulan setelah kejadian.
Sementara, para pakar hukum justru pesimis dengan niat aparat penegak hukum Malta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai insiden pembunuhan Galizia, Malta meminta para ahli dari Amerika Serikat dan Belanda untuk membantu proses penyelidikan.
Setelah insiden itu, anak-anak Galizia menuntut Muscat untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka menuduh perdana menteri Malta itu telah membiarkan dirinya dikelilingi oleh penjahat, menciptakan budaya impunitas, serta mengubah Malta menjadi "pulau mafia."
Para tersangka yang bakal diadili itu juga dianggap hanya pada tingkat algojo atau eksekutor. Sedangkan dalang yang berniat dan menyediakan anggaran sampai saat ini belum terungkap.
Galizia meninggal karena ledakan bom mobil yang diletakkan di kendaraannya. Insiden itu terjadi tidak jauh dari kediamannya dan disaksikan salah satu anaknya.
[Gambas:Video CNN]
Malta saat ini dikenal sebagai salah satu negara surga pajak dan pencucian uang. (ajw/ayp)