Duterte Anggap Penyelidikan Mahkamah Internasional Bodoh

CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 05:23 WIB
Duterte Anggap Penyelidikan Mahkamah Internasional Bodoh Rodrigo Duterte menganggap penyelidikan Mahkamah Internasional atas dugaan pembunuhan di luar hukum dalam perang narkoba Filipina sebagai sesuatu yang bodoh. (Reuters/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Rodrigo Duterte menganggap penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan pembunuhan massal di luar hukum dalam perang narkoba Filipina sebagai sesuatu yang bodoh.

"Saya hanya akan diselidiki atau menjalani persidangan di pengadilan Filipina, dipimpin hakim Filipina. Saya tidak mau menjawab pertanyaan seorang ras Kaukasia, orang kulit putih. Itu bodoh," ujar Duterte seperti dikutip Reuters, Selasa (16/7).
Melanjutkan pernyataannya, Duterte berkata, "Saya orang Filipina. Kami punya pengadilan di sini. Kalian harus membawa saya ke tempat lain? Saya tidak mau. Saya punya negara yang berjalan. Saya tahu itu. Keadilan ditegakkan di sini."

Duterte terus menjadi sasaran kecaman karena operasi besar-besaran untuk memberantas narkoba yang ia gaungkan dilaporkan sudah menewaskan hampir 27 ribu orang tanpa proses peradilan jelas.


Sebelumnya, Duterte sendiri mengakui Filipina memang melakukan pembunuhan di luar hukum. Ia pun sempat menyatakan siap diadili di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag.
Namun, saat tim Mahkamah Pidana Internasional mulai menggelar penyelidikan awal pada Februari 2018, Duterte memerintahkan agar kepolisian tidak bekerja sama.

Tak lama setelah itu, Duterte langsung menarik Filipina dari keanggotaan ICC. Meski demikian, ICC menegaskan bahwa penyelidikan mereka akan terus berlanjut.

Duterte pun menegaskan bahwa Filipina tetap akan menggaungkan perang anti-narkoba karena kampanye itu menunjukkan progres besar.

"Tak peduli mereka suka atau tidak, saya akan tetap melanjutkan apa yang saya mulai hingga akhir," katanya. (has/has)