"Saya hanya akan diselidiki atau menjalani persidangan di pengadilan Filipina, dipimpin hakim Filipina. Saya tidak mau menjawab pertanyaan seorang ras Kaukasia, orang kulit putih. Itu bodoh," ujar Duterte seperti dikutip Reuters, Selasa (16/7).
Duterte terus menjadi sasaran kecaman karena operasi besar-besaran untuk memberantas narkoba yang ia gaungkan dilaporkan sudah menewaskan hampir 27 ribu orang tanpa proses peradilan jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah itu, Duterte langsung menarik Filipina dari keanggotaan ICC. Meski demikian, ICC menegaskan bahwa penyelidikan mereka akan terus berlanjut.
Duterte pun menegaskan bahwa Filipina tetap akan menggaungkan perang anti-narkoba karena kampanye itu menunjukkan progres besar.
"Tak peduli mereka suka atau tidak, saya akan tetap melanjutkan apa yang saya mulai hingga akhir," katanya. (has)