Dicecar Pewarta, Penasihat Trump Tanya Balik Etnis Jurnalis

CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 12:18 WIB
Dicecar Pewarta, Penasihat Trump Tanya Balik Etnis Jurnalis Salah satu penasihat Gedung Putih, Kellyanne Conway. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu penasihat Gedung Putih, Kellyanne Conway, membela Presiden Donald Trump yang saat ini tengah dihujani kritik lantaran pernyataan rasialnya terhadap empat perempuan anggota Kongres Amerika Serikat kulit berwarna.

Conway mempertanyakan etnis seorang wartawan ketika sang jurnalis bertanya soal tanggapannya terkait pernyataan rasial Trump tersebut. Wartawan bernama Andrew Feinberg disebut bertanya kepada Conway terkait negara mana yang dimaksud Trump dalam kicauannya bernada rasial dan senofobia tersebut.

Conway terlihat menjadi gelisah ketika Feinberg mempertanyakan motivasi Trump menyerang keempat perempuan dari fraksi Demokrat yang progresif itu.


"Apa etnis Anda?" kata Conway merespons pertanyaan Feinberg yang merupakan reporter situs berita BeltwayBreakfast.com, di Gedung Putih, Selasa (16/7).
Tak tinggal diam, Feinberg bertanya balik kepada Conway terkait relevansi etnisnya dalam konteks ini.

"Karena saya mengajukan pertanyaan kepada Anda," jawab Conway. Ia bahkan menjelaskan bahwa leluhurnya berasal dari Italia dan Irlandia.

Feinberg kemudian merespons pernyataan Conway itu dengan mengatakan bahwa "etnis saya tidak relevan dengan pertanyaan yang saya tanyakan kepada Anda."

Pernyataan Conway itu menjadi pembahasan sejumlah media lokal AS. Perempuan itu lantas membuat klarifikasi melalui Twitternya bahwa dia tak bermaksud "tidak menghormati" sang wartawan dengan pertanyaan yang ia ajukan itu.

"Kita semua berasal dari tempat lain pada awalnya. Saya mengajukan pertanyaan itu untuk menjawab pertanyaan yang datang. Dan saya menyebutkan etnis sendiri: Italia dan Irlandia," kicau Conway.

"Seperti banyak orang, saya bangga dengan etnis saya, saya mencintai AS dan berterima kasih kepada Tuhan karena lahir sebagai warga AS," ujarrnya menambahkan.
Berbeda dengan Conway, sang suami yang merupakan seorang pengacara konservatif, George Conway, justru mencaci Trump sebagai seorang presiden yang rasial. Hal itu diutarakan George dalam kolom di surat kabar The Washington Post.

George merupakan kritikus terkemuka Trump yang telah berulang kali menyerang bahwa sang presiden bertindak tidak sesuai konstitusi.

Dalam kolom itu, George mengatakan "tidak peduli seberapa besar saya membencinya, saya tidak ingin berpikir bahwa presiden AS adalah fanatik ras."

"Tetapi, kicauan Twitter (Trump) pada Minggu akhir pekan lalu tidak diragukan lagi. Kebencian, kenaifan, dan rasisme langsung bergolak dan telah memberikan kita seorang presiden yang rasis," kata George dalam kolomnya seperti dikutip The Guardian.

Kisruh kicauan ini bermula ketika Trump mencuit dan dianggap bernada rasial. Sejumlah anggota Kongres yang merasa tersinggung atas kicauan Trump itu adalah anggota Dewan Perwakilan fraksi Demokrat dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez, llhan Omar dari Minnesota, Ayanna Pressley dari Massachusetts, dan Rashida Tlaib dari Michigan.

[Gambas:Video CNN]

Keempatnya merupakan warga AS keturunan kulit berwarna. (rds/ayp)