Dalam laporan surat kabar The New York Times yang dilansir pada Rabu (17/7), orang-orang yang menjadi korban penipuan itu antara lain fotografer, penulis, pemeran pengganti, penata rias, tenaga keamanan dan lain-lain. Mereka termakan rayuan dan terbang ke Indonesia.
Menurut laporan situs hiburan, The Hollywood Reporter, kasus ini dijuluki 'Penipu Ratu Hollywood'. Pelakunya kerap memberi iming-iming kepada korban dengan mencatut sejumlah orang-orang berpengaruh dan pemimpin perusahaan perfilman di Hollywood.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FBI sudah menerbitkan peringatan pada Senin lalu terkait kasus penipuan ini. Menurut salah satu agen FBI Biro San Diego, Todd Hemmen, orang-orang yang pernah melamar dan dihubungi untuk mendapatkan peluang kerja di bidang hiburan di Indonesia harus berhati-hati.
Menurut Todd sangat tidak lazim ada lowongan pekerjaan di bidang hiburan yang meminta para pelamar membayarkan sejumlah uang dan dijanjikan akan diganti. Todd menyatakan sudah menyiapkan saluran pengaduan melalui situs FBI bagi orang-orang yang menjadi korban penipuan ini.
"Para pelaku sepertinya sangat rinci menirukan orang-orang penting itu dan menyembunyikan latar belakang mereka, dan juga bisa mengelabui para pelamar," kata Todd.
Menurut detektif swasta AS yang juga Direktur K2 Intelligence, Nicoletta Kotsianas, skema penipuan ini diduga dilakukan secara perorangan. Menurut dia laporan penipuan ini sudah diterima sejak dua tahun lalu.
Bahkan ada korban yang sampai merugi hingga US$150 ribu (sekitar Rp2 miliar) karena bolak-balik AS-Indonesia karena meyakini bakal mengerjakan proyek besar yang ternyata fiktif. (ayp/dea)