Boeing Janji Segera Santuni Korban Lion Air dan Ethiopian Air

CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 13:26 WIB
Boeing Janji Segera Santuni Korban Lion Air dan Ethiopian Air Ilustrasi pesawat Boeing 737 MAX 8. (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, menyatakan segera membayarkan uang santunan kepada seluruh keluarga korban meninggal dalam kecelakaan pesawat 737 MAX 8 yang dialami oleh maskapai Lion Air dan Ethiopian Airlines beberapa waktu lalu. Namun, jumlah kompensasinya hanya US$50 juta (sekitar Rp697 miliar) dari anggaran yang disiapkan Boeing sebesar US$100 juta (sekitar Rp1,4 triliun).

Seperti dilansir Reuters, Kamis (18/7), Boeing secara khusus menyewa seorang ahli ganti rugi Ken Feinberg untuk mengurusi pembayaran uang santunan itu. Dia menyatakan bersama anak buahnya bakal segera membuat aturan klaim bagi keluarga korban.
Sisa anggaran yang disiapkan Boeing akan dibagi-bagi kepada pemerintah Indonesia dan Ethiopia yang menjadi lokasi kecelakaan, serta sejumlah lembaga nirlaba yang membantu keluarga korban.

Feinberg menyatakan akan bekerja sama dengan advokat Camille Biros untuk mengurus pembayaran santunan itu. Nantinya duit itu akan dibagikan melalui sebuah yayasan yang ditunjuk Boeing serta Feinberg dan Biros.


"Dengan menggandeng Feinberg serta Biros, kami berharap keluarga korban mendapatkan hak-hak mereka secepatnya," kata Direktur Eksekutif Boeing, Dennis Muilenburg.

Sejumlah keluarga korban sempat berang terhadap Boeing atas penawaran santunan sebesar Rp1,4 triliun. Mereka menganggap Boeing hanya melakukan pencitraan.
Sampai saat ini proses perbaikan 737 MAX oleh Boeing juga belum selesai. Mereka menyatakan pemutakhiran perangkat lunak untuk sensor anti-stall ternyata bermasalah.

Alhasil batas pencabutan larangan terbang nampaknya bakal diundur hingga November mendatang. Kondisi itu dibenarkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Otoritas Penerbangan Sipil AS (FAA), Dan Elwell. Elwell menyatakan mereka terus menemukan kejanggalan dalam perangkat yang diusung 737 MAX.

"Pesawat 737 MAX tidak bakal terbang sampai lolos pengujian yang rinci," kata Elwell.

Pada Oktober 2018, pesawat 737 MAX yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan menewaskan 189 penumpang serta awak.

[Gambas:Video CNN]

Sedangkan pada 10 Maret lalu, pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, ibu kota Ethipia. Insiden itu menewaskan seluruh 157 penumpang, termasuk warga Indonesia.

Sejak itu sejumlah negara melarang penerbangan menggunakan pesawat Boeing seri 737 MAX. (ayp)