Toko baru Gun City itu rencananya akan mulai beroperasi pada Agustus mendatang. Banyak warga setempat merasa keberatan dan menentang pembukaan toko baru senjata api itu.
Letak pembukaan cabang baru Gun City hanya berjarak satu kilometer dari tempat penarikan senjata yang dilakukan pemerintah Selandia Baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tipple juga meminta maaf jika sejumlah warga merasa terganggu dengan pembukaan toko barunya itu. Namun, mereka beralasan ingin memperkenalkan sisi positif dari senjata api kepada orang-orang.
Usai insiden teror penembakan, pemerintah Selandia Baru yang dipimpin Perdana Menteri Jacinda Ardern mengubah undang-undang kepemilikan senjata pada April lalu.
Sesuai dengan UU tersebut, pemerintah melarang peredaran dan penggunaan senjata semi-otomatis seperti yang digunakan Tarrant, kemudian melarang peredaran alat-alat untuk mengubah senjata api menjadi semi-otomatis, majalah yang berisi informasi tentang senjata, serta beberapa jenis senapan lainnya.
Pemerintah setempat juga telah mengalokasikan sekitar US$139 juta atau sekitar Rp 1,9 trilliun guna melakukan pembelian kembali senjata dari para penduduk.
[Gambas:Video CNN]
Hingga pekan lalu, polisi berhasil menarik 224 senjata api milik warga. Sekitar 22 kegiatan sejenis juga akan dilakukan pekan ini.
Menurut laporan Small Arms Survey, Selandia Baru berada di urutan 17 dunia dalam hal kepemilikan senjata oleh penduduk sipil. Dari total lima juta penduduk, sekitar 1,5 juta warga Selandia Baru menyimpan senjata api di rumahnya. (ajw/ayp)