Bayi Meninggal Setelah Diberi Seteguk Alkohol oleh Kakek

CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 11:58 WIB
Bayi Meninggal Setelah Diberi Seteguk Alkohol oleh Kakek Ilustrasi bayi. (christianabella/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang bayi meninggal dunia setelah diberi minum alkohol oleh kakeknya. Peristiwa itu terjadi saat keluarga merayakan satu bulan kelahiran bayi tersebut.

Menurut artikel di Sin Chew Daily yang dirilis 12 Juli 2019, insiden itu terjadi di Beijing, China. Perayaan tersebut dihadiri oleh banyak tamu yang terdiri dari teman dan juga kerabat.


Dikutip dari theasianparent, saat acara berlangsung sang kakek menggendong cucunya ke tengah hadirin untuk bersulang. Tiba-tiba salah satu kerabat berujar dengan bercanda bahwa kakek tidak bisa minum jika bayi tidak minum.


Mendengar hal itu, sang kakek terpancing, ia langsung mengambil segelas alkohol dan menegukkannya ke bayi itu untuk "menyelamatkan mukanya".

Tak lama kemudian sang bayi mengalami sesak nafas. Ibu langsung menggendong bayinya. Dia bergegas menuju rumah sakit. Namun bayinya tidak dapat diselamatkan.

Dokter menemukan penyebab kematian anak itu adalah keracunan alkohol. "Bayi tidak bisa minum alkohol, bagaimana kamu bisa menyepelekan nyawa anak seolah itu lelucon?" mereka bertanya pada kakek.


Sang ibu dilaporkan sangat sedih kehilangan bayi yang kehadirannya telah ia nantikan selama tiga tahun. Dia tidak dapat mempercayai apa yang terjadi. Dia juga sangat marah pada ayah mertuanya itu.

Laporan Dr Taylor McCormick dari Department of Emergency Medicine, Los Angeles County & University of Southern California Medical Center menyebut dampak alkohol lebih cepat pada bayi daripada orang dewasa.

Alkohol mempengaruhi sistem saraf pusat. Tubuh bayi menyerap alkohol dengan cepat, dan ini dapat terjadi dalam waktu kurang dari 30 menit.


Gejala keracunan alkohol pada bayi meliputi kesulitan bernapas, aktivitas berkurang, dan kejang. Beberapa penelitian juga menemukan risiko kadar gula darah rendah.

Kesulitan bernapas bisa membuat bayi kekurangan oksigen, hingga mengakibatkan kerusakan otak.

[Gambas:Video CNN] (dea/dea)