FOTO: Kisah Muslimah Georgia Bertahan Hidup di Tengah Konflik

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 26/07/2019 11:38 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang Muslimah Georgia, Leila Achishvili berjuang seorang diri demi kemerdekaan dirinya di kawasan timur laut Georgia yang didominasi sistem patriarki.

Leila Achishvili telah menetap di Jokolo, sebuah desa di Pankisi Gorge yang konservatif, wilayah yang sebagian besar dihuni umat Muslim di negara yang mayoritas Kristen. (REUTERS/Ekaterina Anchevskaya)
Leila Achishvili telah menetap di Jokolo, sebuah desa di Pankisi Gorge yang sebagian besar dihuni umat Muslim di negara dengan penduduk mayoritas Kristen. (REUTERS/Ekaterina Anchevskaya)
Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan masa depan anaknya, Achishvili bergantung pada usaha yang ia rintis sejak 2016 lalu. Ia berusaha lepas dari campur tangan anggota keluarga laki-laki yang biasa bertindak sebagai pencari nafkah di lingkungannya. (REUTERS/Ekaterina Anchevskaya)
Leila Achishvili dan putrinya tinggal di lembah yang dihubungkan oleh pegunungan melewati kawasan Chechnya, selatan Rusia di mana penduduknya didominasi oleh etnis Chechnya. (REUTERS/Ekaterina Anchevskaya).
Semasa kecil, Achishvili bermimpi menjadi seorang aktris, namun kala itu seorang pengusaha asal Chechnya jatuh cinta dengannya. Achishvili kemudian diculik dan dibawa ke negara asal pria tersebut untuk dipersunting menjadi istri. (REUTERS/Ekaterina Anchevskaya)
Sebelum Achishvili meninggalkan suaminya, mereka dikaruniai dua orang putra yang pindah ke Austria. (REUTERS/Ekaterina Anchevskaya)
Achishvili kehilangan kontak dengan dua putranya di Austria dan hanya mendapat informasi dari seorang teman yang mengatakan bahwa kedua putranya telah diradikalisasi oleh kelompok militan ISIS hingga terbunuh saat berjuang di Suriah. (REUTERS/Ekaterina Anchevskaya)
Perang Suriah juga telah secara langsung mempengaruhi seorang wanita lain bernama Sumaya yang tinggal di sekitaran lembah. Ia juga menerima prasangka buruk ketika berusaha untuk menghidupi keluarganya sendirian. (REUTERS/Ekaterina Anchevskaya)
Suami Sumaya terbunuh. Karena khawatir keempat anaknyaakan terpengaruh jika nama mereka dikaitkan dengan konflik, Sumaya menolak untuk diidentifikasi melalui nama keluarganya. (REUTERS/Ekaterina Anchevskaya)
Hingga kini Sumaya telah membuka tempat senam, yang menjadi salah satu tempat di mana para wanita dapat bertemu. (REUTERS/Ekaterina Anchevskaya)