Tersangka Penembakan Masjid Norwegia Mulai Diadili

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 09:50 WIB
Tersangka Penembakan Masjid Norwegia Mulai Diadili Masjid Al-Noor di Baerum, Norwegia yang menjadi lokasi teror penembakan. (REUTERS/Lefteris Karagiannopoulos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku penembakan masjid di Baerum, Norwegia, Philip Manshaus (21), mulai diajukan ke pengadilan setempat pada Senin (12/8) kemarin. Dia didakwa melakukan teror dan upaya pembunuhan.

Seperti dilansir CNN, Selasa (13/8), Manshaus duduk di kursi pesakitan dengan kondisi kedua mata lebam dan luka-luka di wajah serta leher. Meski demikian, Kepolisian Oslo dan kuasa hukum Manshaus belum memberikan komentar.
Jaksa penuntut umum mengajukan permintaan kepada hakim supaya Manshaus ditahan selama empat pekan di ruang isolasi. Dia dilarang menerima surat, tak boleh dibesuk serta haram menyimak media massa.

"Jaksa mengajukan permintaan isolasi terhadap tersangka, sebab pada tahap awal penyelidikan tersangka belum memberikan keterangan yang cukup," demikian isi pernyataan kepolisian setempat.


Menurut kronologi yang disampaikan polisi, Manshaus masuk ke Masjid Al-Noor di Baerum dengan cara menembak pintu kaca. Saat itu di dalam masjid hanya tersisa tiga jemaah, sedangkan sisanya sudah pulang.
Aksi Manshaus digagalkan oleh seorang jemaah masjid. Dia berhasil dilumpuhkan setelah dijegal seorang jemaah berusia 65 tahun.

Dari lokasi kejadian polisi menyita dua senjata api. Mereka juga menemukan sebuah kamera aksi GoPro yang dipasang pada helm tersangka dengan tujuan merekam perbuatannya.

Hal itu sama seperti yang dilakukan oleh pelaku teror terhadap dua masjid di Selandia Baru, Brenton Harrison Tarrant. Dia juga merekam aksinya menembaki jemaah masjid dengan kamera aksi.

Polisi juga menggeledah rumah tersangka. Di sana mereka menemukan jasad seorang perempuan yang diduga adalah saudara tiri Manshaus, Johanne Zhangjia Ihle-Hansen (17).

[Gambas:Video CNN]

Menurut keterangan polisi, Manshaus diduga adalah penganut ideologi ekstrem kanan. Dia mengidolakan Vidkun Quisling, seorang pemimpin Norwegia di masa pendudukan Nazi saat Perang Dunia II. (ayp/ayp)