India Mulai Melunak di Kawasan Kashmir

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 02:18 WIB
India Mulai Melunak di Kawasan Kashmir Pemerintah India mengumumkan pada Selasa (13/8) kemarin secara bertahap akan mengurangi pemblokiran yang diberlakukan di wilayah Kashmir. (REUTERS/Mukesh Gupta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah India mengumumkan pada Selasa (13/8) secara bertahap akan mengurangi pemblokiran yang diberlakukan di wilayah Kashmir. Pembatasan itu dilakukan sejak pekan lalu karena terjadi pertikaian dengan milisi setempat dan gelombang unjuk rasa.

Melalui Twitter, juru bicara Kementerian Dalam Negeri India melaporkan bahwa pembatasan tersebut "sedang dilonggarkan secara bertahap" di Lembah Kashmir.
"(Akses) komunikasi di bagian wilayah Jammu telah dipulihkan setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas berwenang setempat," tambah juru bicara tersebut.

Dilansir AFP, Rabu (14/8), India sebelumnya telah memutus sambungan internet dan telekomunikasi di Kashmir selama lebih dari sepekan. Hal ini dilakukan guna mencegah aksi protes dan kerusuhan atas keputusan India mengakhiri status daerah istimewa di wilayah Himalaya tersebut.


Puluhan ribu pasukan bantuan juga dikerahkan ke pusat kota Srinagar, Kashmir dan kota-kota lainnya. Akibatnya, kota yang dulunya permai dan indah, sekarang berubah menjadi kawasan sepi dipenuhi pagar berduri dan penghalang.

Belum ada konfirmasi independen terkait pelonggaran batasan-batasan di Kashmir. Hingga Selasa (13/8) siang waktu setempat, warga Kashmir masih belum dapat dihubungi melalui telepon, serta sambungan internet di wilayah tersebut juga belum dapat diakses.

Sementara itu, juru bicara pemerintah India melaporkan bahwa layanan kesehatan telah disediakan di wilayah Kashmir tanpa adanya hambatan. Mereka juga telah menjamin ketersediaan obat-obatan di setiap rumah sakit di sana.
Di sisi lain, jalan raya utama di Kashmir juga terus berfungsi secara normal, dengan 100 kendaraan berat menyusuri jalanan itu setiap harinya sambil membawa bahan bakar serta keperluan lainnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung K K Venugopal sempat melaporkan kepada Pengadilan Tinggi India bahwa keamanan di wilayah Jammu dan Kashmir berangsur membaik.

"Situasi di Jammu dan Kashmir diperiksa setiap harinya dan ada tanda-tanda perbaikan," ujar Venugopal setelah pihak pengadilan menerima permohonan dari seorang aktivis terkait penerapan larangan di Kashmir.

India dan Pakistan sendiri telah membagi wilayah Kashmir menjadi dua setelah kemerdekaan mereka dari Inggris pada 1947 silam. Namun, selama beberapa dekade, banyak kelompok pemberontak Kashmir berupaya melawan tentara India di sebagian wilayah Kashmir yang dikuasai New Delhi.

[Gambas:Video CNN]

Kelompok pemberontak menginginkan Kashmir bersatu dengan Pakistan atau menjadi negara merdeka. Konflik antara pemberontak dan tentara India itu telah mengakibatkan tewasnya puluhan ribu orang yang kebanyakan adalah penduduk sipil. (ajw/ayp)