Pakistan Siap Perang Jika India Berulah di Kashmir

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 11:38 WIB
Pakistan Siap Perang Jika India Berulah di Kashmir Ilustrasi Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan. (AFP PHOTO / AAMIR QURESHI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, menyatakan mereka siap berperang melawan India terkait sengketa di wilayah Jammu dan Kashmir. Hal ini membuat pertikaian antara kedua negara semakin sengit.

"Tentara Pakistan menerima informasi kuat bahwa mereka (India) sedang berencana untuk melakukan sesuatu di Kashmir Pakistan, dan mereka (tentara Pakistan) siap dan akan memberikan balasan yang keras," ujar Khan dalam sebuah pidato di televisi di Muzaffarabad, ibukota wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan.

"Kami telah memutuskan bahwa jika India melakukan pelanggaran apapun, kami akan berperang hingga akhir. Waktunya sudah tiba untuk memberi Anda (India) pelajaran," ujar Khan.


Dilansir AFP, Kamis (15/8), peringatan ini disampaikan Khan pada Rabu (14/8) kemarin sebagai tanggapan atas situasi di wilayah Kashmir bagian India yang semakin panas.
Pernyataan Khan tersebut terjadi ketika ketegangan yang semakin meningkat antara kedua negara, bersamaan dengan keputusan India yang mencabut status daerah istimewa dari Kashmir pekan lalu.

Melalui Twitter, Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan menyatakan bahwa anak buahnya siap berada di garis depan memperjuangkan Kashmir.

Setelah India mencabut status daerah istimewa dari wilayah Kashmir yang dikuasai India, Pakistan membalasnya secara diplomatik. Pakistan juga meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (13/8) lalu untuk menggelar rapat darurat untuk menekan India.

Ketegangan kedua negara tetangga ini juga berlanjut dengan Pakistan yang mengusir duta besar India di negaranya, memutus perdagangan bilateral serta menghentikan sementara layanan transportasi lintas batas kedua negara. Menurut para analis, aksi yang dilakukan Pakistan tidak mungkin akan mengubah keputusan India.

Di sisi lain, sebagian wilayah Kashmir telah ditutup selama lebih dari sepekan. Puluhan ribu pasukan bantuan dari India juga dikerahkan ke pusat kota Srinagar dan kota-kota lainnya.
Pemerintah India pun memutus sambungan internet dan telekomunikasi di Kashmir guna mencegah aksi protes dan kerusuhan.

Hingga kini, India memang berjanji untuk mengendurkan pembatasan yang diberlakukan di Kashmir, setelah perayaan Kemerdekaan India pada hari ini.

Pada Agustus 1947 silam, Kekaisaran Britania di India dibagi menjadi dua negara merdeka, yakni India yang mayoritas warganya beragama Hidu dan Pakistan yang mayoritasnya umat Muslim.

Meski hidup bertetangga, relasi India dan Pakistan selalu terganjal konflik di Kashmir. Wilayah Kashmir dibagi dua untuk India dan Pakistan.

[Gambas:Video CNN]

Kedua negara juga tercatat telah berperang sebanyak dua kali pada 1947 dan 1999 silam demi memperebutkan keseluruhan wilayah Kashmir. (ajw/ayp)