Menlu Panggil Dubes India dan Pakistan Bahas Konflik Kashmir

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 14:25 WIB
Menlu Panggil Dubes India dan Pakistan Bahas Konflik Kashmir Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dilaporkan memanggil Duta Besar India dan Pakistan untuk Indonesia. Dia meminta penjelasan mengenai ketegangan kedua negara terkait konflik di kawasan Kashmir.

Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, menuturkan pemanggilan kedua diplomat itu berlangsung pada Rabu (14/8).

"Menlu kemarin telah memanggil Dubes Pakistan dan juga Dubes India. Pada pertemuan tersebut pada intinya ingin mendengar lagi perspektif dari masing-masing negara, dan berangkat dari informasi tersebut disampaikan kembali (oleh Menlu) pesan pesan yang menjadi posisi Indonesia," papar Teuku dalam jumpa pers rutin di Jakarta, Kamis (15/8).


Menurut Teuku, dalam pertemuan itu Retno menegaskan posisi Indonesia meminta India dan Pakistan bisa menyelesaikan masalah di Kashmir melalui dialog. Menurutnya, jika ketegangan antara India-Pakistan pecah menjadi konflik terbuka, kerugian tidak hanya akan dirasakan oleh kedua negara tapi juga di kawasan.
Hubungan Pakistan dan India kembali memanas setelah New Delhi mencabut status istimewa Kashmir. Wilayah itu menjadi sengketa kedua negara selama beberapa dekade terakhir.

Status istimewa yang telah diterapkan selama tujuh dekade itu memberikan kewenangan pemerintah otonomi Kashmir untuk membuat aturan hukum secara mandiri. Namun, Perdana Menteri Narendra Modi memutuskan mencabut status itu setelah bentrok kembali pecah di perbatasan India-Pakistan di Kashmir, hingga menewaskan empat aparat India dan tiga militan pada akhir Juli lalu.

Pakistan mengecam pencabutan status otonomi Kashmir tersebut. Islamabad bahkan mengancam akan mengusir duta besar India di Pakistan dan menarik perwakilan tertingginya di New Delhi terkait hal ini.
Menteri Luar Negeri Pakistan bahkan berencana membawa isu Kashmir ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pakistan bahkan terang-terangan meminta bantuan Indonesia, China, dan Polandia untuk mengajukan pembahasan masalah Kashmir ke DK PBB.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, juga dilaporkan telah menelepon langsung Presiden Joko Widodo pada akhir pekan lalu dan membahas situasi Kashmir.

Seperti dilansir The News, Khan meminta Indonesia, yang juga memiliki hubungan baik dengan India, supaya membantu meredam agar konflik di kawasan Jammu dan Kashmir tidak semakin tajam.

Menurut Teuku, langkah Pakistan untuk membawa isu Kashmir ke PBB sah-sah saja. Meski begitu, paparnya, Indonesia tetap mendorong Pakistan dan India bisa menyelesaikan masalah Kashmir secara bilateral.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, mekanisme membawa suatu isu untuk dibahas di DK PBB tidak lah mudah. Teuku menuturkan butuh persetujuan seluruh anggota DK PBB lainnya sebelum membahas atau mengangkat suatu isu dalam rapat. (rds/ayp)