Menteri Kebudayaan, Pariwisata, Seni, Pemuda dan Olahraga Negara Bagian Sarawak, Datuk Abdul Karim Rahman Hamzah, menyatakan kabar pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan adalah kabar baik. Menurut dia, Sarawak bisa mengambil keuntungan ekonomi dari keputusan Presiden Jokowi.
Hamzah menyatakan Malaysia bisa menjual daya listrik, jika produksinya berlebih, dari pembangkit tenaga air Bakun di Belaga kepada pemerintah Indonesia. Di samping itu, dia menyatakan bisa saja nantinya pemerintah kedua negara membangun proyek bersama jalan lintas batas dan bandara, untuk memperbaiki transportasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden RI Joko Widodo menyebut Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah jadi wilayah paling siap untuk menjadi ibu kota baru dari sisi luas wilayah. Namun, menurutnya banyak faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menjadikan sebuah kawasan jadi ibu kota menggantikan DKI Jakarta.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menargetkan pembangunan (groundbreaking) infrastruktur ibu kota baru bisa dimulai pada 2021 mendatang.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah memastikan hanya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp93 triliun untuk membangun ibu kota baru di Pulau Kalimantan. Jumlah tersebut akan berasal dari alokasi APBN tahun berjalan (multiyears). (ayp/dea)