"Kami memang memulai penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat. Sampai saat ini kami menerima 115 laporan dari seluruh negeri," kata Direktur Badan Reserse Kriminal Federal Malaysia, Komisioner Datuk Huzir Mohamed, dalam jumpa pers di Markas Kepolisian Selangor, seperti dilansir Malay Mail, Kamis (15/8).
Kisruh ini bermula ketika Zakir menyebut umat Hindu sebagai minoritas di Malaysia memiliki "hak seratus kali lipat" ketimbang Muslim yang juga merupakan minoritas di India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu dia kabur dan bermukim di Malaysia. Kemarin pemerintah Malaysia dilaporkan mengusulkan kepada parlemen untuk membahas status kependudukan Naik.
Sebanyak empat menteri Malaysia sudah mendesak Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk segera mengusir Zakir Naik akibat pernyataannya yang kontroversial. Mereka yang mengajukan permintaan itu adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq, Menteri Komunikasi dan Multimedia, Gobind Singh Deo; Menteri Ketenagakerjaan, M Kulasegaran; serta Xavier Jayakumar selaku Menteri Sumber Daya Alam, Tanah, dan Air.
Mahathir sebelumnya mengatakan bahwa Zakir tak dapat dikembalikan ke India karena ada ketakutan ia bakal dibunuh di sana. (ayp/ayp)