Kepolisian Malaysia Usut Dugaan Ujaran Kebencian Zakir Naik

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 14:57 WIB
Kepolisian Malaysia Usut Dugaan Ujaran Kebencian Zakir Naik Ilustrasi pendakwah Islam, Dr. Zakir Naik, saat berceramah di Indonesia. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Malaysia saat ini sedang menyelidiki dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh pendakwah asal India, Dr. Zakir Naik. Menurut mereka, sampai saat ini ada 115 laporan yang mempersoalkan pernyataan Zakir Naik yang menyinggung pemeluk agama Hindu.

"Kami memang memulai penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat. Sampai saat ini kami menerima 115 laporan dari seluruh negeri," kata Direktur Badan Reserse Kriminal Federal Malaysia, Komisioner Datuk Huzir Mohamed, dalam jumpa pers di Markas Kepolisian Selangor, seperti dilansir Malay Mail, Kamis (15/8).
Menurut Huzir, penyelidikan terhadap Naik berdasarkan Pasal 504 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia. Pasal itu mengatur tentang larangan orang-orang yang berniat menghina untuk menghasut dan merusak ketertiban umum. Meski demikian dia tidak merinci sudah sejauh mana proses itu dilakukan.

Kisruh ini bermula ketika Zakir menyebut umat Hindu sebagai minoritas di Malaysia memiliki "hak seratus kali lipat" ketimbang Muslim yang juga merupakan minoritas di India.


Selain itu, Zakir juga pernah menyatakan etnis China di Malaysia hanya "tamu" dan seharusnya dipulangkan ke negara asalnya.
Saat ini, Zakir memang menghadapi serentetan tuntutan pengadilan di India, mulai dari kasus pencucian uang melalui lembaga Islamic Research Foundation hingga ujaran kebencian. Perkara itu dimulai sejak 2016, selepas serangan teroris terhadap sebuah toko roti di Dhaka, Bangladesh yang menewaskan 29 orang.

Sejak saat itu dia kabur dan bermukim di Malaysia. Kemarin pemerintah Malaysia dilaporkan mengusulkan kepada parlemen untuk membahas status kependudukan Naik.

Sebanyak empat menteri Malaysia sudah mendesak Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk segera mengusir Zakir Naik akibat pernyataannya yang kontroversial. Mereka yang mengajukan permintaan itu adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq, Menteri Komunikasi dan Multimedia, Gobind Singh Deo; Menteri Ketenagakerjaan, M Kulasegaran; serta Xavier Jayakumar selaku Menteri Sumber Daya Alam, Tanah, dan Air.

Mahathir sebelumnya mengatakan bahwa Zakir tak dapat dikembalikan ke India karena ada ketakutan ia bakal dibunuh di sana. (ayp/ayp)