Dilansir Free Malaysia Today, Anwar menganggap Zakir seharusnya berterima kasih kepada Malaysia karena memberikan status penduduk tetap kala dai tersebut menghadapi tuntutan hukum di India, bukan malah memicu keretakan dalam masyarakat.
"Dia seharusnya berkata, 'Tun mahathir, saya berterima kasih diberikan perlindungan karena jika saya kembali ke India, keselamatan saya tidak terjamin. Jika diberi kesempatan, saya meminta maaf. Saya tidak akan melakukannya lagi,'" ujar Anwar, Rabu (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menyanggah bahwa keputusan Malaysia nantinya bakal menimbulkan pertanyaan terkait martabat Islam di mata masyarakat.
"Kita hanya harus mengikuti supremasi hukum," katanya merujuk pada proses hukum yang sedang dijalani Zakir.
Lihat juga:Zakir Naik Dilarang Ceramah di Malaysia |
Usai sepuluh jam diinterogasi, Zakir merilis pernyataan berisi permohonan maaf jika ceramahnya memicu kesalahpahaman.
"Meski saya sudah memberikan klarifikasi, saya rasa saya berutang permohonan maaf kepada semua orang yang merasa sakti hati karena kesalahpahaman ini," katanya melalui sebuah pernyataan yang dikutip Malay Mail.
Selain itu, Zakir juga pernah menyatakan etnis China di Malaysia hanya "tamu" dan seharusnya dipulangkan ke negara asalnya.
Masalah ras dan agama sendiri merupakan isu sensitif di Malaysia, di mana Muslim menjadi mayoritas dengan porsi 60 persen dari total 32 juta warga. (has)