Anwar Ibrahim Desak Zakir Naik Minta Maaf ke Mahathir

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 11:40 WIB
Anwar Ibrahim Desak Zakir Naik Minta Maaf ke Mahathir Anwar Ibrahim, presiden partai terkuat dalam koalisi penguasa Malaysia, meminta Zakir Naik mohon maaf ke PM Mahathir Mohamad usai melontarkan pernyataan rasial. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anwar Ibrahim, presiden partai terkuat dalam koalisi penguasa Malaysia, Parti Keadilan Rakyat (PKR), meminta dai kondang asal India, Zakir Naik, memohon maaf ke Perdana Menteri Mahathir Mohamad usai melontarkan pernyataan rasial.

Dilansir Free Malaysia Today, Anwar menganggap Zakir seharusnya berterima kasih kepada Malaysia karena memberikan status penduduk tetap kala dai tersebut menghadapi tuntutan hukum di India, bukan malah memicu keretakan dalam masyarakat.

"Dia seharusnya berkata, 'Tun mahathir, saya berterima kasih diberikan perlindungan karena jika saya kembali ke India, keselamatan saya tidak terjamin. Jika diberi kesempatan, saya meminta maaf. Saya tidak akan melakukannya lagi,'" ujar Anwar, Rabu (21/8).
Anwar sendiri mengatakan bahwa PKR akan menggelar rapat untuk membahas status Zakir setelah kasus tersebut.


"Kami memang ingin membantu, tapi dia sudah menjadi masalah buat kami. Kami ingin membantu, tapi dia memberikan kami masalah," ucap Anwar.

Ia pun menyanggah bahwa keputusan Malaysia nantinya bakal menimbulkan pertanyaan terkait martabat Islam di mata masyarakat.

"Kita hanya harus mengikuti supremasi hukum," katanya merujuk pada proses hukum yang sedang dijalani Zakir.
Zakir memang sedang terus diinterogasi terkait ucapan rasialnya. Terakhir, Zakir dimintai keterangan hingga sepuluh jam di kantor kepolisian Shah Alam.

Usai sepuluh jam diinterogasi, Zakir merilis pernyataan berisi permohonan maaf jika ceramahnya memicu kesalahpahaman.

"Meski saya sudah memberikan klarifikasi, saya rasa saya berutang permohonan maaf kepada semua orang yang merasa sakti hati karena kesalahpahaman ini," katanya melalui sebuah pernyataan yang dikutip Malay Mail.
Kisruh ini bermula ketika Zakir menyebut umat Hindu sebagai minoritas di Malaysia memiliki "hak seratus kali lipat" ketimbang Muslim yang juga merupakan minoritas di India.

Selain itu, Zakir juga pernah menyatakan etnis China di Malaysia hanya "tamu" dan seharusnya dipulangkan ke negara asalnya.

Masalah ras dan agama sendiri merupakan isu sensitif di Malaysia, di mana Muslim menjadi mayoritas dengan porsi 60 persen dari total 32 juta warga. (has/has)