Pemberontak Houthi Tembak Jatuh Drone AS di Yaman

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 08:48 WIB
Pemberontak Houthi Tembak Jatuh Drone AS di Yaman Ilustrasi pesawat nirawak. (Reuters/Mohammed Salem)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok pemberontak Houthi dilaporkan menembak jatuh sebuah pesawat nirawak atau drone milik Amerika Serikat yang melintas di Yaman.

Pejabat AS yang tak ingin disebutkan namanya menuturkan drone jenis MQ-9 itu ditembak jatuh pada Selasa (20/8) malam.

Sumber itu mengatakan pesawat nirawak buatan General Atomics yang berbasis di California itu ditembak jatuh oleh rudal kelompok Houthi.


"Tampaknya (drone) itu telah ditembak Houthi dan dibiarkan Iran," ucap pejabat itu tanpa memberikan rincian atau bukti spesifik.
Meski begitu, pejabat AS lainnya menuturkan terlalu dini untuk menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab atas penembakan drone itu.

Melalui pernyataan, militer AS mengatakan masih menyelidiki laporan terkait penembakan pesawat nirawaknya "di wilayah udara yang telah diotorisasi di atas Yaman."

Washington menuding Iran membantu Houthi untuk menembak dronenya itu.

"Serangan ini hanya terjadi karena bantuan mematikan Iran terhadap Houthi. Ini merupakan contoh lain dari upaya tiada henti rezim Iran untuk meningkatkan konflik dan mengancam stabilitas regional," ucap juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Garrett Marquis.
Gedung Putih menuturkan Presiden Donald Trump telah diberi tahu mengenai insiden ini. Namun, sumber menuturkan Gedung Putih tampaknya tidak akan merespons secara besar penembakan drone tersebut.

Sebelumnya, juru bicara militer Houthi, Yahya Saria, memang mengklaim bahwa kelompoknya menembak jatuh sebuah drone AS.

"Roket yang menyerang (drone) itu tidak dikembangkan secara lokal dan akan segera terungkap pada jumpa pers nanti," ucap Saria di Twitter.

"Langit kami tidak lagi terbuka terhadap pelanggaran seperti dulu dan beberapa hari mendatang akan ada kejutan besar."

[Gambas:Video CNN]

Penembakan drone AS ini berlangsung ketika relasi Iran dan AS kembali memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Meski begitu, ini bukan pertama kali drone AS jatuh tertembak di kawasan Timur Tengah.

Pada Juni lalu, Iran menembak jatuh drone AS, Global Hawk, yang jauh lebih besar dari MQ-9. Insiden itu hampir memancing Trump meluncurkan serangan terhadap Teheran.

Namun, di menit-menit terakhir, Trump membatalkan serangan itu karena dikhawatirkan bisa menewaskan sedikitnya 150 orang.

AS memang beberapa kali tercatat meluncurkan pesawat dan drone ke Yaman. Operasi itu dilakukan Washington demi memberangus kelompok Al Qaidah cabang Yaman yang dikenal dengan Al Qaeda in the Arab Peninsula (AQAP). (rds/has)