AS Eksekusi Mati Terdakwa Pemerkosa Remaja 19 Tahun

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 11:31 WIB
AS Eksekusi Mati Terdakwa Pemerkosa Remaja 19 Tahun Ilustrasi. (Istockphoto/Katarzyna Bialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat mengeksekusi mati Larry Swearingen, terpidana kasus pembunuhan dan pemerkosaan seorang remaja berusia 19 tahun di Texas pada 1998 silam.

Jeremy Desel, jubir Departemen Pengadilan Pidana Texas, mengatakan bahwa Swearingen dieksekusi dengan suntik mati pada pukul 18.47 di penjara Huntsville, Texas.

Menurut Desel, kata-kata terakhir Swearingen adalah, "Tuhan maafkan mereka. Mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."


Swearingen dijatuhi hukuman mati pada 2000 lalu atas tuduhan pembunuhan Melissa Trotter yang menghilang 8 Desember 1998.
Korban ditemukan 25 hari setelahnya dalam keadaan tewas dengan sebagian stoking mencekik bagian leher, di daerah hutan lebat di Hutan Nasional Sam Houston.

Selama ini, pelaku selalu mengaku tak bersalah. Usai eksekusi, pihak pengacara menyatakan kepolisian mengabaikan barang bukti kunci yang dapat membebaskan Swearingen.

Selama masa persidangan, penyidik menjabarkan berbagai bukti dari keterangan saksi, arsip dalam ponsel, dan bukti lain yang ditemukan di rumah dan truk pelaku.

Pihak pengacara kemudian mempertanyakan bukti DNA yang berada di dalam kuku korban. DNA itu berasal dari pelaku selain Swearingen.
Namun di dalam laporan pengadilan, penyidik memberikan tanggapan bahwa bukti DNA tersebut bisa saja terkontaminasi.

Penyidik kemudian mengakhiri sidang dengan menjelaskan bahwa korban mengenakan pakaian yang sama serta terlihat meninggalkan perpustakaan Montgomery di Perguruan Tinggi Lone Star, Texas, bersama seorang pria saat ia dinyatakan hilang.

Laporan penyelidikan juga mengungkapkan bahwa bagian lain dari stoking, yang diketahui merupakan milik istri pelaku, ditemukan di rumah pelaku.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Badan Pengampunan dan Pembebasan Bersyarat Texas menolak permohonan grasi dari pelaku pada Senin (19/8). Dua hari setelahnya, Mahkamah Agung AS menolak permohonan penangguhan eksekusi.

Menurut Pusat Informasi Hukuman Mati, Swearingen menjadi tahanan ke-12 yang dieksekusi di AS dan keempat di negara bagian Texas pada tahun ini.

Texas mengeksekusi lebih banyak tahanan dari negara bagian lain sejak Mahkamah Agung menerima kembali putusan hukuman mati pada tahun 1976. (fls/has)