Gagal Beli Jet Tempur AS, Turki Lirik Pesawat Siluman Rusia

CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 15:24 WIB
Gagal Beli Jet Tempur AS, Turki Lirik Pesawat Siluman Rusia Ilustrasi pesawat tempur Sukhoi Su-57. (Anna Zvereva via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-2.0)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Turki dilaporkan tengah berunding dengan Rusia untuk membahas kemungkinan membeli jet tempur siluman Sukhoi Su-57 dan Su-35. Hal itu dilakukan setelah gagal membeli jet tempur mutakhir F-35 dari Amerika Serikat.

Kepala Departemen Kerja Sama Teknis Militer Rusia, Dmitry Shugaev, mengatakan dia berencana membahas kontrak penjualan sistem pertahanan rudal S-400 yang telah dibeli Turki.
Ia juga menyebut pertemuan keduanya akan membahas "kemungkinan pengiriman Su-35 atau Su-57."

"Minat yang besar telah terlihat tetapi masih terlalu dini untuk membicarakan negosiasi kontrak, belum ada pendaftaran, konsultasi masih harus dilakukan," kata Shugaev seperti dikutip Reuters, Kamis (29/8).


Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, juga mengisyaratkan bahwa pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan tengah mencari alternatif jet tempur, setelah Washington menolak menjual F-35 ke Ankara.

"Kami memerlukan jet tempur perang. Jika kita tidak bisa membeli F-35, kami akan mencari alternatif-alternatif baru," kata Cavusoglu di Tallinn, Estonia, seperti dikutip kantor berita Anadolu dan dilansir AFP.

Rencana Turki membeli Sukhoi ini muncul setelah AS membatalkan kontrak pembelian jet F-35 dengan Turki. Pembatalan itu dilakukan AS sebagai bentuk kekecewaan lantaran Turki tetap melanjutkan pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia.
Pengiriman tahap pertama rudal S-400 sudah tiba di Turki. Perangkat itu dikirim dari Rusia menggunakan dua pesawat dan ditempatkan di pangkalan udara Murted, Ankara.

Industri Pertahanan Turki (SSB) menuturkan S-400 tersebut akan beroperasi dengan cara yang ditentukan oleh otoritas terkait "setelah sistem senjata itu sepenuhnya siap."

SSB menuturkan pengiriman S-400 akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan menggunakan pesawat.

Lembaga Federal Rusia untuk Urusan Kerja Sama Teknis Militer membenarkan pengiriman S-400 tersebut kepada kantor berita TASS.

Mengutip sumber diplomatik militer Rusia, TASS melaporkan bahwa pesawat lainnya yang membawa sejumlah bagian S-400 akan berangkat ke Turki "dalam waktu dekat."

[Gambas:Video CNN]

Tahap ketiga pengiriman S-400 yang terdiri dari 120 rudal dikabarkan akan melalui jalur laut "yang kemungkinan besar berlangsung pada akhir musim panas" tahun ini. (rds/ayp)