Pelaku Penembakan Texas Dipecat Beberapa Jam Sebelum Kejadian

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 23:00 WIB
Pelaku Penembakan Texas Dipecat Beberapa Jam Sebelum Kejadian Ilustrasi. (Mark Lambie/The El Paso Times via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian menyebut tersangka penembakan massal di Kota Odessa, Texas, Amerika Serikat, dipecat dari pekerjaan beberapa jam sebelum kejadian.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Seth Aaron Ator itu melakukan penembakan brutal pada akhir pekan kemarin hingga mengakibatkan tujuh orang tewas.

"Tersangka pergi bekerja di Journey Oilfield Services. Ia sempat berada di sana sebentar lalu dipecat oleh atasannya. Kemudian ia dan mantan atasannya menelepon kepolisian karena keberatan atas pemecatan tersebut," kata Kepala Kepolisian Kota Odessa Michael Gerke dikutip AFP.



Namun agen khusus FBI, Christopher Combs, menyakini pemecatan tersebut bukan alasan Ator melakukan aksi penembakan. Sebab, Ator yang berusia 36 tahun itu diduga memiliki masalah mental sejak lama.

"Dia datang ke tempat kerja dengan keadaan mental yang sudah tertekan. Ketika datang, ia sudah sangat marah," ujarnya.

Dikutip dari Associated Press, Combs kemudian bercerita bahwa Ator sempat menghubungi FBI dan kepolisian setempat sambil mengungkapkan berbagai hal tentang kekejaman yang ia alami.

[Gambas:Video CNN]

Tak lama setelah itu, Ator pergi dengan membawa mobil. Saat melintas di Jalan Antarnegara Bagian (Interstate) 20, Ator dihentikan oleh mobil patroli polisi. 

Dikutip Reuters, dia lantas menembaki kendaraan patroli yang mendekat dengan senapan jenis AR hingga melukai seorang petugas.


Pelaku sempat kabur dengan mencuri serta membawa sebuah van kantor pos hingga terlibat kejar-kejaran dengan mobil polisi. Selama pengejaran, sang pelaku menembaki petugas kepolisian, pengendara motor, dan pejalan kaki di sekitar lokasi kejadian.

Pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan ketika tersudut oleh pasukan polisi di kompleks bioskop Cinergy, Odessa.


Kepolisian Texas menuturkan tersangka termasuk dalam tujuh orang yang tewas. Sebanyak 25 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Sebelumnya kurang dari sebulan lalu, sebanyak 22 orang tewas dalam penembakan di kota El Paso, Texas. (fls/dea)