Iran Janji Segera Lepaskan Tanker Inggris

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 10:15 WIB
Iran Janji Segera Lepaskan Tanker Inggris Ilustrasi kapal tanker Stena Impero. (Mizan News Agency/WANA Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Iran dilaporkan segera membebaskan kapal tanker perusahaan Swedia berbendera Inggris, Stena Impero, yang ditawan sejak 19 Juli lalu. Mereka menyatakan kapal itu bakal dilepaskan dalam beberapa hari ke depan.

"Tahap akhir mengenai persoalan prosedur hukum sedang berlangsung dan Insya Allah kapal itu (Stena Impero) akan dilepas dalam beberapa hari mendatang," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, seperti dilansir AFP, Senin (9/9).


Keputusan Iran ini berselang beberapa waktu setelah pemerintah ekstrateritorial Inggris di Gibraltar terlebih dulu melepas tanker milik Iran, Grace-1 alias Adrian Darya 1, pada 18 Agustus lalu. Hal itu dilakukan setelah Iran menyatakan tidak akan menjual minyak yang dibawa di dalam kapal itu kepada Suriah.


Mousavi menyatakan minyak yang dibawa kapal tanker Adrian Darya saat ini sudah terjual dan muatannya sudah dikosongkan. Namun, dia tidak merinci ke mana minyak itu dilego.

Iran juga sudah melepas tujuh awak Stena Impero pekan lalu. Kapal Stena Impero adalah milik perusahaan asal Swedia, Stena Bulk.

Direktur Utama Stena Bulk, Erik Hanell, menyatakan mereka yang meminta supaya tujuh awak dibebaskan supaya sisanya bisa tetap menjalankan kapal itu. Sedangkan menurut Iran, pembebasan ketujuh awak itu dilakukan atas dasar kemanusiaan.


Tahan Warga Filipina

Pasukan Penjaga Pantai Iran kembali menangkap sebuah kapal yang diduga hendak menyelundupkan bahan bakar. Insiden itu terjadi di Selat Hormuz.

"Penjaga pantai berhasil menangkap sebuah kapal asing di Selat Hormuz," kata Komandan Pasukan Penjaga Pantai Iran di Provinsi Hormozgan, Mayor Hossein Dehaki.

Kapal yang ditangkap itu adalah kapal tunda berkelir oranye dan putih. Kapal itu saat ini disandarkan di Pelabuhan Bandar Abbas.

Menurut Dehaki, aparat juga menangkap 12 awak asal Filipina yang berada di kapal itu. Dia mengatakan bahan bakar itu bakal diselundupkan dengan cara memindahkan muatan ke kapal lain di tengah laut.

[Gambas:Video CNN]

Sikap saling tangkap tanker itu terjadi karena ketegangan yang dipicu perselisihan Iran dan Amerika Serikat. AS mengirim armada tempur ke Timur Tengah setelah menyatakan Korps Garda Revolusi Iran sebagai kelompok teroris.

Sedangkan Iran menembak jatuh pesawat nirawak AS karena melanggar wilayah udaranya. Presiden AS, Donald Trump, sempat menyetujui serangan balasan, tetapi dibatalkan di detik-detik akhir. (ayp/ayp)