Parlemen Israel Tolak Usulan Netanyahu Pasang Kamera di TPS

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 22:18 WIB
Parlemen Israel Tolak Usulan Netanyahu Pasang Kamera di TPS Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, gagal meloloskan RUU pemasangan kamera di dalam TPS pemilihan umum yang akan diselenggarakan pekan depan. (Dan Balilty)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, gagal meloloskan rancangan undang-undang yang mengizinkan pemasangan kamera di dalam tempat pemungutan suara pemilihan umum yang akan diselenggarakan pekan depan.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, komite di parlemen memutuskan untuk membatalkan rancangan undang-undang pemantauan kamera pada Senin (9/9), meskipun sehari sebelumnya anggota kabinet Netanyahu telah menyetujui draf RUU tersebut.

"Tidak ada alasan bagi mereka yang sangat menginginkan pemilihan yang jujur untuk menolak Undang-Undang Kamera yang mencegah kecurangan dalam pemilu," ujar Netanyahu dalam sebuah video setelah pemungutan suara komite.
Penolakan undang-undang sistem pengawasan video dalam tempat pemungutan suara telah digaungkan oleh mantan Menteri Pertahanan dari partai nasionalis Yisrael Beitenu, Avigdor Lieberman, dan Benny Gantz selaku kepala partai Biru dan Putih.


Lieberman berargumen bahwa hanya Komite Pemilihan yang berwenang mengawasi pemilu, bukan "militer privat milik Netanyahu" yang seharusnya bertanggung jawab atas kamera di tempat pemungutan suara.

Kritikus menganggap Netanyahu menggunakan isu kecurangan dalam pemilu ini sebagai upaya untuk mempertahankan karier politiknya yang sedang terpuruk di tengah proses penyelidikan kepolisian atas kasus korupsinya.
Netanyahu mengajukan RUU ini setelah sejumlah pejabat dari Partai Likud menuding ada kecurangan di TPS di kota-kota Arab dalam pemilu legislatif pada April lalu.

Arab sendiri memegang 21 persen dari keseluruhan populasi di Sirael. Mereka biasanya memberikan dukungan untuk parta-partai sayap kiri.

Dengan demikian, kini lawan terberat bagi Netanyahu datang dari politikus sayap kanan dan tengah karena para pejabat sayap kiri tak memberikan alternatif nyata.

[Gambas:Video CNN]

Netanyahu menganggap para politikus tersebut berhadapan dengan para faksi Arab yang khawatir dengan RUU kamera itu.

Gantz menuduh Netanyahu ingin menebar konspirasi, tapi "kewarasan telah menang" setelah pemungutan suara di parlemen. (fls/has)