Malaysia Bikin Hujan Buatan Atasi Kabut Asap yang Memburuk

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 13:38 WIB
Malaysia Bikin Hujan Buatan Atasi Kabut Asap yang Memburuk Ilustrasi kabut asap di Malaysia. (AFP Photo/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak berwenang negara bagian Malaysia, Selangor, berencana membuat hujan buatan di sejumlah wilayah terdampak pencemaran kabut asap kebakaran hutan.

Ketua Komite Lingkungan Hidup Negara Bagian Selangor, Hee Loy Sian, mengatakan hujan buatan atau penyemaian awan akan dilakukan di beberapa wilayah di mana tingkat pencemaran berdasarkan indeks polusi udara (API) telah melewati level 200 atau sudah mencapai kategori tidak sehat.

Hee menuturkan keputusan itu diambil dalam rapat Dewan Ekonomi Selangor (MTES) pada Kamis (12/9).



Selain membuat hujan buatan, Hee mengatakan komite manajemen bencana di tingkat kabupaten dan negara bagian akan dikerahkan ketika nilai API di daerah tersebut mencapai 151-200 selama lebih dari 24 jam.

Dilansir The Channel NewsAsia, dia menuturkan otoritas setempat juga akan memasok masker debu bagi masyarakat.

Hee menegaskan untuk menanggulangi pencemaran kabut karhutla ini, Selangor akan mengadopsi rencana nasional yang dikeluarkan Kementerian Energi, Teknologi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia. Meski begitu ia tak menjelaskan detail terkait rencana tersebut.

Relasi Indonesia-Malaysia kembali merenggang setelah menteri lingkungan kedua negara saling beradu mulut terkait pencemaran kabut asap karhutla.

[Gambas:Video CNN]

Penyebaran kabut asap terus memburuk menyusul peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan tahun ini, terutama selama musim kemarau.

Malaysia bahkan meliburkan setidaknya 409 sekolah di Sarawak akibat penyebaran kabut asap karhutla yang dinilai datang dari Kalimantan dan Sumatera. Penutupan sekolah ini diperkirakan akan mempengaruhi proses belajar lebih dari 45 ribu siswa.

Namun, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar, tak terima Malaysia hanya menyebut asap karhutla yang mencemari negaranya hanya berasal dari wilayah Indonesia. 


Menurut Siti, asap karhutla itu juga berasal dari wilayah Malaysia sendiri, seperti Sarawak dan Semenanjung Malaya. 

Siti juga menganggap asap karhutla di Indonesia tidak mungkin sampai ke Negeri Jiran, lantaran arah angin tidak berembus ke arah negara tersebut.

Tak tinggal diam, Menteri Energi, Teknologi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, menyindir Siti agar berhenti menyangkal fakta bahwa kabut asap karhutla di Kalimantan dan Sumatera telah mencemari udara negara tetangga termasuk Malaysia.

Merujuk pada data Badan Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC), Yeo menunjukkan bahwa jumlah titik api terbaru di Kalimantan sebanyak 474 dan Sumatera sebesar 387. Sementara itu, titik api di Malaysia tercatat hanya ada tujuh.


Yeo juga memaparkan pantauan ASMC yang menunjukkan arah angin memungkinkan kabut asap karhutla Indonesia mengarah ke Malaysia.

"Biarkan data yang berbicara dengan sendirinya. Menteri (Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI) Siti Nurbaya Bakar seharusnya tidak menyangkal," ujar Yeo. (rds/dea)