Dua Partai Oposisi di Malaysia Bersatu Incar Suara Muslim

CNN Indonesia | Minggu, 15/09/2019 01:55 WIB
Dua Partai Oposisi di Malaysia Bersatu Incar Suara Muslim Dua partai oposisi utama di Malaysia, UMNO dan PAS, berkoalisi pada Sabtu (14/9) dengan maksud memenangkan suara masyarakat Muslim di negara tersebut. (MOHD RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua partai oposisi utama di Malaysia membentuk koalisi pada Sabtu (14/9) dengan maksud memenangkan suara masyarakat Muslim di negara tersebut.

Perdana Menteri Mahatir Mohammad, melalui koalisi Pakatan Harapan memenangkan pemilu yang mendepak cengkeraman koalisi Barisan Nasional yang menguasai Malaysia selama enam dekade.

Kini, salah satu partai dalam Barisan Nasional, United Malays National Organisation alias UMNO berusaha memperkuat posisi dengan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan mantan pesaingnya, Pan-Malaysia Islamic Party (PAS).



Pada Sabtu (14/9), kedua partai tersebut telah menandatangani pakta kerja sama yang disebut sejumlah analis adalah upaya memenangkan suara dari masyarakat mayoritas Muslim Melayu di pemilu mendatang.

Pemilu Malaysia berikutnya dijadwalkan akan jatuh pada 2023.

Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi menegaskan langkah ini tidak akan memperlebar perbedaan ras dan agama.

"UMNO dan PAS akan memastikan bahwa kerja sama ini tidak akan memisahkan, menjauhkan atau membuat musuh dari ras atau agama manapun di negeri tercinta ini," katanya seperti dikutip AFP dari media lokal, Malaysiakini.


Sekitar 60 persen dari populasi Malaysia, atau sebesar 32 juta, adalah masyarakat Melayu. Namun negara tersebut juga rumah dari etnis penting lainnya seperti India dan Tionghoa yang sebagian besar tidak memeluk agama Islam.

Namun James Chin, pakar Malaysia dari University of Tasmania mengatakan kerja sama tersebut merupakan "hari menyedihkan bagi siapa pun yang berharap melihat Malaysia yang progresif, modern, dan multi-rasial,"

"UMNO dan PAS memberitahukan warga Malaysia di negara tersebut adalah orang Melayu dan Muslim," katanya.

Chin menyebut pakta kerja sama itu adalah ancaman bagi koalisi Mahatir Mohamad yang memiliki susunan lintas ras, karena UMNO dan PAS mendapatkan dukungan kuat di daerah-daerah pedesaan. (AFP/end)