Hal ini dikatakan terkait tudingan-tudingan terhadap Teheran dalam hal serangan kepada kilang-kilang minyak Arab Saudi yang dilontarkan oleh para pejabat Riyadh dan Washington.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari kantor berita IRNA, Amirali Hajizadeh, kepala cabang dirgantara Garda Revolusi Iran, mengatakan setiap serangan terhadap Iran akan menerima "respons yang menghancurkan".
Kilang minyak Aramco diserang pada 14 September. (AFP) |
Pameran ini merupakan bagian dari acara tahunan untuk memperingati dimulainya perang 1980-1988 dengan Irak.
Sebelumnya, dua kilang minyak Arab Saudi diserang pada 14 September. AS dan Arab Saudi pun menunjuk Iran sebagai dalang serangan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian menyetujui pengiriman pasukan untuk meningkatkan pertahanan udara dan rudal Arab Saudi pasca-serangan itu.
Langkah Trump ini memicu kritik keras dari Ketua DPR AS Nancy Pelosi.
Presiden Trump menyiapkan pasukannya pasca-serangan ke kilang minyak Arab Saudi. (Reuters) |
"Tindakan yang tidak dapat diterima ini membuat khawatir," kata Pelosi dalam sebuah pernyataan.
Ia pun menuduh Trump menutup mata atas kekerasan yang dilakukan Arab Saudi terhadap warga Yaman, pelanggaran hak asasi manusia, dan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
"Amerika Serikat tidak bisa membiarkan lebih banyak kebrutalan dan pertumpahan darah," cetus Pelosi.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan penyelidikan yang melibatkan ahli investigasi internasional itu akan membuktikan bahwa serangan 14 September 2019 itu berasal dari arah utara.
"Itu jelas senjata Iran, karena itu kami ingin Iran bertanggung jawab atas serangan ini," kata Jubeir, yang menolak merinci tindakan spesifik yang akan diambil untuk merespons serangan itu.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Riyadh sendiri tidak mempercayai klaim Gerakan Al-Houthi dari Yaman sebagai otak serangan yang juga membuat separuh dari total produksi minyak Arab itu terpangkas.
Serangan pekan lalu itu juga tercatat sebagai serangan terbesar terhadap kilang minyak di negara eksportir minyak terbesar di dunia itu.
"Kami yakin serangan itu tidak datang dari Yaman, itu datang dari utara," kata Jubeir. "Investigasi akan membuktikan itu," cetusnya.
[Gambas:Video CNN] (arh)
Kilang minyak Aramco diserang pada 14 September. (AFP)
Presiden Trump menyiapkan pasukannya pasca-serangan ke kilang minyak Arab Saudi. (
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen