Trump Siapkan Pasukan, Iran Akan Kejar Agresor

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 22/09/2019 04:21 WIB
Trump Siapkan Pasukan, Iran Akan Kejar Agresor Ilustrasi Iran. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Garda Revolusi Iran mengaku akan menyerang dan menghancurkan pihak yang mencoba menyerang negaranya.

Hal ini dikatakan terkait tudingan-tudingan terhadap Teheran dalam hal serangan kepada kilang-kilang minyak Arab Saudi yang dilontarkan oleh para pejabat Riyadh dan Washington.

"Hati-hati, agresi terbatas tidak akan tetap terbatas. Kami akan mengejar siapapun agresor itu," kata Kepala Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Hossein Salami dalam siaran televisi pemerintah yang dikutip oleh Reuters, Sabtu (21/9).

"Kami akan melanjutkan sampai kehancuran penuh setiap agresor itu," ia menambahkan.

Dikutip dari kantor berita IRNA, Amirali Hajizadeh, kepala cabang dirgantara Garda Revolusi Iran, mengatakan setiap serangan terhadap Iran akan menerima "respons yang menghancurkan".

Kilang minyak Aramco diserang pada 14 September.Kilang minyak Aramco diserang pada 14 September. (AFP)
Saat itu, ia berbicara dalam sebuah paparan publik yang disebut "Hunting Vultures". Acara itu memamerkan sisa-sisa drone yang jatuh di Iran bersama dengan sistem pertahanan udara Iran yang menembak jatuh drone militer AS pada Juni.

Pameran ini merupakan bagian dari acara tahunan untuk memperingati dimulainya perang 1980-1988 dengan Irak.

Sebelumnya, dua kilang minyak Arab Saudi diserang pada 14 September. AS dan Arab Saudi pun menunjuk Iran sebagai dalang serangan.

Iran membantah terlibat dalam serangan itu, yang diklaim oleh gerakan Houthi Yaman. Kelompok ini disebut bersekutu dengan Iran dan saat ini sedang memerangi aliansi pimpinan Saudi dalam perang saudara di Yaman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian menyetujui pengiriman pasukan untuk meningkatkan pertahanan udara dan rudal Arab Saudi pasca-serangan itu.

Langkah Trump ini memicu kritik keras dari Ketua DPR AS Nancy Pelosi.

Presiden Trump menyiapkan pasukannya pasca-serangan ke kilang minyak Arab Saudi.Presiden Trump menyiapkan pasukannya pasca-serangan ke kilang minyak Arab Saudi. (Reuters)

"Tindakan yang tidak dapat diterima ini membuat khawatir," kata Pelosi dalam sebuah pernyataan.

Ia pun menuduh Trump menutup mata atas kekerasan yang dilakukan Arab Saudi terhadap warga Yaman, pelanggaran hak asasi manusia, dan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

"Amerika Serikat tidak bisa membiarkan lebih banyak kebrutalan dan pertumpahan darah," cetus Pelosi.

Sementara itu, Pemerintah Arab Saudi masih menunggu hasil lengkap penyelidikan sebelum menentukan reaksi terhadap serangan yang diduga didalangi Iran itu.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan penyelidikan yang melibatkan ahli investigasi internasional itu akan membuktikan bahwa serangan 14 September 2019 itu berasal dari arah utara.

"Itu jelas senjata Iran, karena itu kami ingin Iran bertanggung jawab atas serangan ini," kata Jubeir, yang menolak merinci tindakan spesifik yang akan diambil untuk merespons serangan itu.

Dituding Serang KIlang Minyak, Iran Akan Kejar AgresorFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
"Kerajaan [Arab Saudi] akan mengambil langkah yang tepat berdasarkan hasil investigasi untuk menjaga keamanan dan stabilitas kami," imbuh dia.

Riyadh sendiri tidak mempercayai klaim Gerakan Al-Houthi dari Yaman sebagai otak serangan yang juga membuat separuh dari total produksi minyak Arab itu terpangkas.

Serangan pekan lalu itu juga tercatat sebagai serangan terbesar terhadap kilang minyak di negara eksportir minyak terbesar di dunia itu.

"Kami yakin serangan itu tidak datang dari Yaman, itu datang dari utara," kata Jubeir. "Investigasi akan membuktikan itu," cetusnya.

[Gambas:Video CNN]


(arh)