Boeing Beri Tenggat Klaim Santunan Sampai 30 November

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 09:43 WIB
Boeing Beri Tenggat Klaim Santunan Sampai 30 November Ilustrasi logo Boeing. (AFP Photo/Jim Watson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, menyatakan sudah siap membayarkan uang santunan kepada keluarga korban kecelakaan Lion Air JT610 dan Ethiopian Airlines ET302. Mereka memberikan tenggat pengajuan klaim hingga 30 November mendatang.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (24/9), pembayaran klaim santunan dari Boeing bakal dilakukan oleh sebuah yayasan yang dibentuk oleh advokat asal Washington, AS, Ken Feinberg, dan Camille S. Biros. Mereka menyatakan klaim itu akan dibayar dalam jangka sepuluh hari sejak diajukan, asal seluruh persyaratan administrasi dipenuhi.


Menurut Boeing, setiap keluarga korban akan mendapat santunan sebesar US$144,500 (sekitar Rp2 miliar). Mereka tidak melarang keluarga korban melakukan proses litigasi terhadap kecelakaan itu untuk menerima santunan.


"Kami sangat berbela sungkawa terhadap keluarga korban dan mereka yang ditinggalkan yang menjadi korban. Pembukaan yayasan ," kata Direktur Eksekutif Boeing, Dennis Muilenburg.

Pada Oktober 2018, pesawat 737 MAX yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan menewaskan 189 penumpang serta awak.


Sedangkan penerbangan Ethiopian Airlines ET302 pada 10 Maret lalu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, ibu kota Ethiopia. Insiden itu menewaskan seluruh 157 penumpang, termasuk warga Indonesia.

Sejak itu sejumlah negara melarang penerbangan menggunakan pesawat Boeing seri 737 MAX.

Sampai saat ini proses perbaikan 737 MAX oleh Boeing juga belum selesai. Mereka menyatakan pemutakhiran perangkat lunak untuk sensor anti-stall ternyata bermasalah.

[Gambas:Video CNN]

Alhasil batas pencabutan larangan terbang nampaknya bakal diundur hingga November mendatang. Kondisi itu dibenarkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Otoritas Penerbangan Sipil AS (FAA), Dan Elwell. Elwell menyatakan mereka terus menemukan kejanggalan dalam perangkat yang diusung 737 MAX. (ayp/ayp)