KILAS INTERNASIONAL

AS Tambah Pasukan di Timur Tengah Sampai ISIS Klaim Bom Irak

CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 06:42 WIB
AS Tambah Pasukan di Timur Tengah Sampai ISIS Klaim Bom Irak Ilustrasi konvoi pasukan Amerika Serikat. (DELIL SOULEIMAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Minggu (22/9) kemarin. Mulai dari Amerika Serikat tambah pasukan di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sampai ISIS mengklaim serangan bom di Irak. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.


1. AS Tambah Pasukan di Arab Saudi Usai Serangan Kilang Minyak

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper mengatakan bakal mengirimkan pasukan tambahan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Tindakan ini dilakukan buat memenuhi permintaan Arab Saudi yang mengalami serangan di fasilitas kilang minyak terbesar pada akhir pekan lalu.


Serangan yang dilakukan melalui pesawat nirawak alias drone itu sudah diklaim dilakukan oleh kelompok pemberontak Yaman, Houthi. Meski begitu AS menuduh Iran pelaku serangan yang memangkas 5 persen produksi minyak dunia tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"Untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, Arab Saudi meminta bantuan internasional untuk membantu melindungi infrastruktur penting kerajaan. Uni Emirat Arab juga telah meminta bantuan," kata Esper, dilansir dari AFP.

Esper menyebut pada Juni lalu Iran menyerang drone mata-mata AS, hal itu dilakukan usai Iran menangkap kapal tangki Inggris. Kepala markas Pentagon itu mengatakan sikap itu kemudian dikombinasikan serangan ke Arab Saudi merupakan 'peningkatan dramatis agresi Iran'.


2. WN Amerika Tenggelam Usai Melamar Kekasih di Bawah Air

Seorang laki-laki asal Louisiana, Amerika Serikat (AS), meninggal secara tragis usai melamar sang kekasih di bawah air saat berlibur di Tanzania. Laki-laki bernama Seven Weber itu tenggelam setelah melamar sang kekasih dengan catatan ajakan menikah.

Mengutip CNN.com, Minggu (22/9), Weber berenang dan menyelam di laut lepas pantai timur Afrika tersebut sembari memegang catatan tulisan tangan yang dibungkus plastik.

"Aku tidak bisa menahan nafas cukup lama untuk memberitahumu semua hal yang aku sukai tentangmu. Menikahlah denganku?" tulis Kenesha Antoine, sang kekasih, lewat laman Facebook-nya.

Weber diketahui gagal naik ke permukaan ketika berenang di Pulau Pemba. Ia bermaksud melamar sang kekasih dari bawah air yang menembus ke kamar tidur resor tempat pasangan ini bermalam.

CNN.com telah menghubungi Antoine untuk mengkonfirmasi cerita tragis tersebut. Tapi, ia tidak bersedia berkomentar.

Dalam laman Facebook, Antoine mengatakan sang kekasih tidak pernah muncul ke permukaan dari kedalaman air.

"Kamu tidak pernah muncul, jadi kamu tidak pernah mendengar jawabanku. Ya! Sejuta kali, ya, aku akan menikahimu," tulis Antoine.


3. ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Bom Karbala

Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas pemboman bus yang menewaskan 12 orang di dekat kota Karbala, Irak.

Klaim itu diungkap oleh kantor berita Amaq yang dikutip oleh Reuters pada Sabtu (21/9).

[Gambas:Video CNN]

Aparat keamanan Irak mengatakan 12 orang tewas dan beberapa lainnya terluka ketika sebuah bom bus terjadi di dekat kota suci di selatan Baghdad itu.

Dua juru bicara polisi di daerah itu mengatakan sebuah alat peledak yang ditanam di bus meledak di pintu masuk utara kota. (ayp/ayp)