AS Tambah Pasukan di Arab Saudi Usai Serangan Kilang Minyak

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 21/09/2019 08:53 WIB
AS Tambah Pasukan di Arab Saudi Usai Serangan Kilang Minyak Kilang minyak Aramco di Arab Saudi. (IAN TIMBERLAKE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper mengatakan bakal mengirimkan pasukan tambahan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Tindakan ini dilakukan buat memenuhi permintaan Arab Saudi yang mengalami serangan di fasilitas kilang minyak terbesar pada akhir pekan lalu.

Serangan yang dilakukan melalui pesawat nirawak alias drone itu sudah diklaim dilakukan oleh kelompok pemberontak Yaman, Houthi. Meski begitu AS menuduh Iran pelaku serangan yang memangkas 5 persen produksi minyak dunia tersebut.

Esper menyebut pada Juni lalu Iran menyerang drone mata-mata AS, hal itu dilakukan usai Iran menangkap kapal tangki Inggris. Kepala markas Pentagon itu mengatakan sikap itu kemudian dikombinasikan serangan ke Arab Saudi merupakan 'peningkatan dramatis agresi Iran'.


"Untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, Arab Saudi meminta bantuan internasional untuk membantu melindungi infrastruktur penting kerajaan. Uni Emirat Arab juga telah meminta bantuan," kata Esper pada Jumat (20/9), dilansir dari AFP.

Esper mengungkap, Presiden AS Donald Trump setuju penempatan pasukan yang dikatakan bakal bersifat defensif dan fokus utamanya pada pertahanan udara dan rudal.

Jumlah pasukan hanya disebut 'moderat' dan 'tidak sampai 1.000 pasukan'. Belum ada pernyataan resmi dari pihak AS terkait jumlah bala bantuan dan juga perlengkapan yang akan digunakan.

Sebelumnya telah diberitakan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berencana membentuk koalisi baru buat membendung ancaman Iran. Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Inggris, dan Bahrain sudah menyatakan setuju masuk dalam koalisi itu.

Meski demikian, beberapa negara lain di Uni Eropa dan juga Irak sudah menyatakan enggan bergabung koalisi sebab dinilai bakal memicu ketegangan lebih lanjut. (fea)