Ahli Militer Rusia ke Venezuela Saat Maduro-Putin Bertemu

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 18:45 WIB
Ahli Militer Rusia ke Venezuela Saat Maduro-Putin Bertemu Ilustrasi. (Reuters/Maxim Shemetov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok personel militer spesialis Rusia tiba di Caracas untuk membantu memperbaiki persenjataan pasukan militer Venezuela.

Kantor berita Interfax melaporkan dua pesawat Rusia yang mengangkut pasukan ahli militer itu mendarat di Caracas pada Rabu (25/9).

Pewarta foto Reuters melihat satu jet Rusia tiba di Bandara Maiquetia, Caracas. Berdasarkan situs pelacak penerbangan Flight Radar, pesawat itu tercatat terbang dari Moskow pada 20 September lalu.
Meski tak menjelaskan jumlah ahli militer yang dikirim ke Caracas, kantor media tersebut melaporkan para spesialis itu dikerahkan untuk melakukan perawatan senjata buatan Rusia yang telah dibeli Venezuela.


Ini bukan kali pertama Rusia mengerahkan sejumlah pasukannya ke Caracas. Sejak awal 2019, Rusia telah beberapa kali mengirimkan pasukan militernya ke Venezuela untuk melakukan perawatan persenjataan meski ada ancaman sanksi Amerika Serikat.

Ketibaan pasukan ahli militer Rusia ini bertepatan dengan pertemuan Maduro dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow.
Rusia merupakan satu dari sedikit negara pendukung pemerintahan Maduro yang tengah menghadapi tekanan untuk lengser.

Dalam pertemuannya dengan Maduro di Moskow, Putin menegaskan bahwa Rusia mendorong agar dialog diutamakan dalam menyelesaikan krisis politik Venezuela.

Putin menganggap "setiap penolakan terhadap dialog itu tidak rasional dan membahayakan Venezuela."

"Tidak diragukan lagi bahwa kami mendukung dialog yang tengah berlangsung antara Anda, Presiden Maduro, dan oposisi," kata Putin seperti dikutip Reuters.

[Gambas:Video CNN]
Venezuela masih dibayangi krisis politik berkepanjangan sejak Januari lalu. Krisis bermula ketika pemimpin oposisi sekaligus ketua parlemen Venezuela, Juan Guaido, mendeklarasikan diri sebagai presiden interim negara Amerika Latin itu.

Langkah itu dilakukan Guaido untuk menentang kepemimpinan Maduro yang dianggap tidak sah.

Saat ini, pihak Maduro dan Guaido memang tengah melangsungkan proses dialog yang dimediasi oleh Norwegia. Namun, Guaido menuturkan proses negosiasi sangat alot, terutama setelah Maduro menarik delegasinya dari pertemuan sebagai bentuk protes atas penjatuhan sanksi baru oleh AS. (rds/has)