Dua Bocah di India Tewas Dianiaya karena BAB di Jalanan

CNN Indonesia | Jumat, 27/09/2019 16:22 WIB
Dua Bocah di India Tewas Dianiaya karena BAB di Jalanan Ilustrasi korban penganiayaan. (Istockphoto/aradaphotography)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua orang anak meninggal akibat dipukul dengan tongkat secara berulang-ulang saat mereka buang air besar di jalan di distrik Shivpuri, Madya Pradesh, India.

Sebelum kejadian, kedua korban bernama Roshni Vakmiki (12) dan Avinash (10) sedang melakukan perjalanan untuk mengunjungi kakek mereka pada Rabu (25/9).

"Saat itu pagi hari dan mereka berhenti karena ada panggilan alam," ujar perwakilan kepolisian setempat, Inspektur Raja Babu Singh, kepada AFP sebagaimana dikutip Channel News Asia, Jumat (27/9).


Inspektur deputi kepolisian setempat, Viren Singh, menyatakan penganiayaan terjadi saat kakak-beradik tersebut sedang buang air besar di jalan raya di desa Bhakhedi. Hal tersebut dilakukan karena keluarga korban tidak memiliki kamar mandi.


Mereka sempat dibawa ke rumah sakit setempat usai dianiaya. Singh menyatakan bahwa kedua anak tersebut meninggal di rumah sakit akibat luka-luka dari pemukulan tersebut.

Dua pelaku penyerangan yang diidentifikasi sebagai Hakam Singh dan Rameshwar Singh kemudian ditangkap.

"Kedua tersangka memiliki kondisi kejiwaan yang stabil dan selama proses interogasi berlangsung mereka telah mengaku atas perbuatan mereka," kata inspektur polisi Rajesh Chandel kepada Reuters.

Kepolisian masih menyelidiki kejadian tersebut. Kedua pelaku maupun perwakilannya tidak dapat memberikan tanggapan karena mereka belum dapat dihubungi.

Dikutip CNN, kedua korban berasal dari kasta Dalit. Jumlah mereka hanya 16 persen dari populasi masyarakat India dan merupakan kelompok kasta yang paling terpinggirkan.

[Gambas:Video CNN]

Mayawati, menteri utama wanita Dalit pertama di India, mengutuk kekerasan tersebut. Dia menyatakan bahwa etnis Dalit telah menjadi korban dari semua jenis kejahatan.

Diskriminasi berbasis kasta merupakan perbuatan yang ilegal. Namun perlakuan ini banyak terjadi di India, terutama di daerah pedesaan.

Ayah kedua korban, Manoj Balmiki, menyatakan bahwa pembunuhan terjadi setelah keluarga korban dan pelaku terlibat dalam cekcok, setelah pelaku menghina kasta mereka.

"Banyak isu yang tidak tersentuh dalam desa kami. Anak kami tidak bisa bermain dengan anak mereka," katanya.

Selain diskriminasi kasta, insiden ini juga terjadi seiring dengan munculnya permasalahan sanitasi dan kakus yang menjadi masalah terbesar di India.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, meluncurkan kampanye kebersihan yang disebut sebagai Swachh Bharat atau India Bersih pada 2014 silam. Targetnya ialah membuat India menjadi negara yang bebas dari kegiatan membuang air besar sembarangan.


Kampanye dengan dana miliaran dolar tersebut meliputi sosialisasi bahaya buang air sembarangan dan subsidi pembuatan toilet.

Aksi kekerasan terkait masalah sanitasi ini juga pernah terjadi dua tahun lalu. Pada 2017 lalu, seorang laki-laki digantung setelah berusaha memberhentikan polisi yang mencoba melaporkan beberapa perempuan yang buang air besar di ruang terbuka. (fls/ayp)