Koleksi Supercar Wapres Equatorial Guinea Korup Dijual Swiss

CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 05:15 WIB
Koleksi Supercar Wapres Equatorial Guinea Korup Dijual Swiss Salah satu supercar koleksi Wapres Equatorial Guinea yang disita otoritas Swiss lalu dilelang. (AFP/FABRICE COFFRINI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mobil-mobil supercepat (supercar) koleksi Wakil Presiden Equatorial Guinea, Teodoro Nguema Obiang Mangue (Teodorin Obiang) yang melakukan tindak pidana pencucian uang telah selesai dilelang seluruhnya di Swiss, Minggu (29/9).

Seperti dilansir CNN, proses penjualan itu dipercayakan kepada rumah lelang Inggris, Bonhams. Setidaknya ada 25 supercar koleksi Teodorin Obiang yang terjual.

Pemerintah Swiss menyita lalu mengambil alih kendaraan-kendaraan mewah milik Obiang itu setelah melakukan investigasi dugaan pencucian uang.


Total hasil lelang 25 supercar milik putra penguasa negara di Afrika itu adalah US$27 juta (sekitar Rp383,259 miliar). Jumlah itu di luar prediksi Bonhams yang menilai hasil total penjualan adalah sekitar US$12-13 juta.

Salah satu yang terjual adalah edisi terbatas Lamborghini, Veneno, yang diproduksi pada 2014 silam untuk menandai 50 tahun pabrikan supercar tersebut. Mobil berwarna krem putih itu terjual US$8,3 juta (Rp117,8 miliar). Padahal, harga estimasi awal adalah US$ 5,1 juta.

Kemudian edisi terbatas LaFerrari yang terjual US$2,2 juta, Koenigsegg One:1 -- yang hanya ada tujuh di dunia-terlelang US$4.6 million, McLaren P1 terjual US$1,1 juta, Aston Martin One-77 terjual US$1,5 juta, dan Bugatti Veyron yang terjual US$1,3 juta.

"Semua mobil itu dijual atas nama negara bagian Jenewa, dan hasilnya akan disumbangkan," demikian pernyataan Bonhams.

Mobil-mobil super mewah itu disita dari sebuah kawasan kargo di bandara kota tersebut pada 2016 silam ketika penyelidikan atas dugaan pidana pencucian uangi Obiang dilakukan.

Seperti dilansir AFP, salah satu direktur Bonhams, Philip Kantor mengatakan mobil-mobil berkecepatan super tinggi tersebut rata-rata masih memiliki jarak tempuh yang rendah. Itulah sebabnya, kata dia, mungkin para peserta lelang berani membayar bahkan dua kali lipatnya.

Lelang mobil itu dilakukan setelah jaksa memutuskan menutup kasus Teodorin Obiang. Di bawah hukum pidana Swiss, jaksa penuntut dapat memilih untuk membatalkan tuntutan dalam kategori ini jika terdakwa menawarkan kompensasi, 'dan memulihkan situasi yang sesuai dengan hukum'.

[Gambas:Video CNN]
Anak dari Presiden Equatorial Guinea tersebut ternyata bukan hanya bermasalah di Swiss saja. Ia tercatat juga terjerat masalah di Prancis pada 2017 di mana ia dituding telah membawa kabur uang rakyatnya. Kasus ini sedang berjalan banding. Kemudian tahun lalu di Brasil setidanya US$16 juta uang tunai tak diketahui asal muasalnya dan sejumlah jam mewah diamankan dari delegasi yang Teodorin Obiang pimpin.

Ayah dari Teodorin Obiang adalah Presiden Equatorial Guinea, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo. Dia berdiri di puncak kepemimpinan negara kaya minyak itu setelah melakukan kudeta pada 1979 silam. Dia saat ini tercatat sebagai Presiden terlama di Benua Afrika.

Pada 2016 silam, Teodoro menunjuk putranya sendiri yakni Teodorin Obiang sebagai wakil presiden.

(CNN, AFP/kid)