Pemilu Imbang, Rival Tolak Berunding dengan Netanyahu

CNN Indonesia | Rabu, 02/10/2019 14:26 WIB
Pemilu Imbang, Rival Tolak Berunding dengan Netanyahu Benny Gantz menolak perundingan membentuk pemerintahan bersama Benjamin Netanyahu meski hasil pemilu Israel menunjukkan kedua calon PM mendapatkan suara imbang. (AFP Photo/Jack Guez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Benny Gantz menolak perundingan untuk membentuk pemerintahan bersama dengan Benjamin Netanyahu meski hasil pemilihan umum Israel menunjukkan kedua calon perdana menteri mendapatkan suara imbang.

Koalisi penyokong Gantz, Biru dan Putih, menyatakan bahwa mereka membatalkan perundingan yang seharusnya digelar hari ini, Rabu (2/10), karena beberapa persyaratan tak terpenuhi.

"Pada tahap ini, syarat awal untuk pertemuan selanjutnya antara tim negosiasi tak terpenuhi. Dengan demikian, tak ada pertemuan pada Rabu," demikian pernyataan resmi Biru dan Putih yang dikutip AFP, Selasa (1/10).
Partai tempat Netanyahu bernaung, Likud, menyayangkan keputusan Biru dan Putih untuk membatalkan perundingan tersebut.


"Netanyahu sekali lagi mendesak Benny Gantz untuk bertanggung jawab, mencegah pemilu lanjutan, dan bertemu dengannya sesuai dengan rencana sebelumnya," bunyi pernyataan Likud.

Biru dan Putih juga Likud sebenarnya masih mengharapkan kedua calon PM itu bisa mencari jalan keluar.

Namun sebelumnya, Netanyahu sudah menyatakan bahwa pertemuan pada Rabu ini akan menjadi upaya terakhirnya. Sementara itu, Biru dan Putih masih membuka kemungkinan untuk pertemuan lanjutan pekan depan.
Perundingan kali ini dianggap penting karena Israel sudah melakukan pemilu dua kali sepanjang tahun ini, tapi pemerintahan tak kunjung terbentuk.

Komite pemilihan umum Israel mengumumkan bahwa hasil akhir pesta demokrasi terakhir memberikan kemenangan tipis bagi Biru dan Putih dengan perolehan 33 kursi di parlemen.

Menyusul di belakangnya partai pimpinan Netanyahu, Likud, dengan perolehan 32 kursi dari 120 kursi parlemen yang diperebutkan.

Dengan perolehan kursi tersebut, tak ada kubu yang berhasil meraup mayoritas parlemen sehingga Likud bersama Biru dan Putih harus menggelar negosiasi untuk membentuk pemerintahan bersama.

[Gambas:Video CNN]
Mereka sebenarnya hanya memiliki waktu satu pekan sebelum Presiden Reuven Rivlin mengumumkan tokoh yang akan memimpin pemerintahan, Netanyahu atau Gantz.

Posisi perdana menteri ini dianggap sangat genting bagi Netanyahu yang bakal berhadapan dengan proses hukum terkait kasus korupsi pada Oktober mendatang.

Jika terpilih menjadi perdana menteri, Netanyahu tak harus mundur bila ia akhirnya didakwa. Namun, ia harus melepas jabatannya jika terbukti bersalah. (has)