Bocah Muslim Australia Paksa Teman Yahudi Cium Sepatu

CNN Indonesia | Jumat, 04/10/2019 15:29 WIB
Bocah Muslim Australia Paksa Teman Yahudi Cium Sepatu Ilustrasi. (Pixabay/blueMix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang siswa Muslim di Australia dilaporkan memaksa seorang teman sekelasnya yang merupakan Yahudi untuk mencium sepatunya.

Tindakan perundungan ini terekam dalam sebuah video yang tersebar di media sosial dan menjadi viral. Kedua anak itu merupakan siswa Cheltenham Secondary College di Victoria.

Sejumlah siswa di sekolah tersebut dilaporkan mengancam bocah Yahudi itu jika tak mau mencium sepatu temannya. Tak hanya merekam, beberapa anak juga mengambil gambar saat bocah Yahudi itu mencium sepatu temannya.
Ibu dari bocah Yahudi itu mengaku pihak sekolah tidak melakukan apa-apa untuk menindak perilaku perundungan itu dengan alasan insiden tersebut terjadi di luar properti sekolah.


Sang ibu mengaku kecewa dengan pihak sekolah dan juga Kementerian Pendidikan Australia karena kedua lembaga menganggap insiden itu terjadi di luar tanggung jawab mereka.

"Saya tersinggung dengan Kementerian Pendidikan karena tidak melakukan apa-apa untuk melindungi putra saya. Itu yang membuat saya kesal," ucap sang ibu yang tak ingin diungkap identitasnya seperti dikutip Sydney Morning Herald.
Tak tinggal diam, sang ibu pun secara mandiri mengajak orang tua bocah Muslim untuk bertemu dan berdialog.

"Saya kemudian menjelaskan penindasan dan apa artinya bagi kami sebagai orang tua yang berupaya membangun jembatan antara umat Yahudi-Muslim dalam masyarakat dan tidak menciptakan perpecahan seperti perilaku anak-anak dalam video dan foto tersebut," katanya.

Perundungan dan penindasan juga dialami oleh seorang siswa Yahudi di Hawthorn West Primary School. Siswa Yahudi berusia lima tahun itu diduga sudah menjadi korban perundungan selama beberapa pekan.

[Gambas:Video CNN]
Sang ibu menuturkan anaknya berulang kali diejek dan ditertawakan karena penisnya disunat. Sejak itu, sang anak takut pergi ke toilet sekolah dan lebih memilih buang air kecil di celana.

Menurut sang ibu, anaknya juga kerap dihina dengan kata-kata kotor seperti "Kamu itu Yahudi kotor" dan "kecoak Yahudi".

Kini, kedua bocah Yahudi tersebut telah keluar dari sekolah. Siswa Yahudi berusia lima tahun dikabarkan melanjutkan pendidikannya menggunakan metode home schooling.

Kedua insiden anti-Semit ini cukup menggemparkan Australia, di mana Komisi Anti-Pencemaran Nama Baik melaporkan intimidasi berbau anti-Semit meningkat dan "menyebar dengan cepat" di sejumlah sekolah negeri di Victoria. (rds/has)