Trump Kembali Serang Pembocor Rahasia Pemicu Pemakzulan

CNN Indonesia | Minggu, 06/10/2019 03:31 WIB
Trump Kembali Serang Pembocor Rahasia Pemicu Pemakzulan Presiden AS, Donald Trump. (Alastair Pike / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump kembali menyerang kredibilitas pembocor rahasia atau whistleblower dan menyebut investigasi pemakzulan terhadapnya sebagai upaya penipuan terhadap orang-orang Amerika. Trump melontarkan pernyataan itu melalui twitter pada Sabtu (5/10) pagi.

Tweet itu tak berbeda jauh dengan pernyataan Trump selama beberapa hari terakhir untuk membela panggilan teleponnya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

"Apa yang disebut akun Whistleblower tentang panggilan teleponku yang sempurna adalah 'jauh,' bahkan tidak dekat. Schiff dan Pelosi tidak pernah berpikir aku akan merilis transkrip panggilan itu. Membuat mereka terkejut, mereka tertangkap. Ini adalah penipuan terhadap orang-orang Amerika! " kata Trump, dikutip dari CNN.com.


Inspektur Jenderal Komunitas Intelijen Michael Atkinson yang mengatakan bahwa kantornya telah membenarkan beberapa informasi yang diberikan oleh pelapor. Teks-teks yang diserahkan oleh Kurt Volker, mantan utusan khusus AS ke Ukraina, juga telah menguatkan beberapa informasi dari pelapor.
Sementara itu, sebuah survei terbaru dari Gallup minggu ini menemukan bahwa Trump semakin tidak disukai warga AS. Hal itu terlihat dari angka persetujuan terhadap Trump saat ini hanya 40 persen, dan yang tidak setuju mencapai 56 persen.

Dengan survei ini, Trump dalam kondisi yang lebih buruk dibanding awal September, ketika Gallup menempatkan angka persetujuannya di 43 persen dan angka ketidaksetujuannya di 54 persen.

Trump, pada titik ini, belum memperbaiki posisinya setelah penyelidikan pemakzulan. Jika ada perubahan, angkanya justru menurun.

Ketika diambil rata-rata jajak pendapat, persetujuan Trump telah menurun dari sekitar 44 persen menjadi sekitar 42 persen. Peringkat ketidaksetujuannya naik dari sekitar 53 persen menjadi 54 persen.
[Gambas:Video CNN]
Diketahui Dewan Perwakilan sudah memulai proses penyelidikan pemakzulan terhadap Trump melalui Komite Intelijen.

Jika nantinya Trump diyakini melakukan pengkhianatan, suap, atau kejahatan tingkat tinggi dan pelanggaran ringan berdasarkan konstitusi AS, Dewan Perwakilan AS dapat langsung melanjutkan proses pemakzulan.
Jalan panjang menuju pemakzulan pun dimulai. Pertama, Dewan Perwakilan harus menyerahkan bukti pelanggaran Trump kepada komite yang sudah ditunjuk sebelumnya.

Komite tersebut lantas akan mempelajari bukti tersebut dan menjalankan penyelidikan lebih lanjut. Jika bukti tersebut kuat, komite akan menyusun pasal-pasal pemakzulan yang sebenarnya setara dengan tuntutan kriminal di ranah politik. (CNN/osc)