Seperti dilansir AFP, Senin (7/10), polisi menjemput Mahara di rumahnya menggunakan kendaraan roda empat. pada Minggu kemarin. Dia dibawa setelah pengadilan menyetujui surat perintah penahanan.
"Dia ditahan terkait proses penyelidikan dalam kasus itu," kata juru bicara Kepolisian Kathmandu, Shyam Lal Gyawali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak menyangka akan terjadi peristiwa itu. Dia memaksa saya dan pergi setelah saya mengatakan akan memanggil polisi," kata korban.
Korban saat itu juga memperlihatkan lebam pada lengan, tangan dan kakinya akibat perbuatan Mahara.
[Gambas:Video CNN]
Polisi sudah mengumpulkan bukti-bukti berupa sebotol minuman keras jenis whisky dan kacamata yang pecah, diduga milik Mahara.
Meski begitu, korban sempat mencabut pernyataannya pada pertengahan pekan kemarin, diduga karena tekanan dan ancaman. Namun, dia memberanikan diri melapor ke polisi pada Jumat pekan lalu.
Kini pemerintah Nepal menghadapi tekanan dari masyarakat supaya kasus itu tetap diusut.
Mahara yang merupakan partai penguasa, Partai Komunis Nepal, menyangkal tuduhan itu. Namun, dia memutuskan mengundurkan diri.
Lihat juga:Banjir Bandang di Nepal Menewaskan 30 Orang |
Mahara adalah mantan pemberontak melawan pemerintah. Dia sebelumnya pernah menjabat menjadi menteri di beberapa kementerian dan sempat menjabat wakil perdana menteri. (ayp/ayp)