Politikus Nepal Ditangkap karena Ingin Perkosa Staf

CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 10:12 WIB
Politikus Nepal Ditangkap karena Ingin Perkosa Staf Ilustrasi. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nepal, Krishna Bahadur Mahara, ditangkap karena dilaporkan hendak memperkosa seorang staf perempuan parlemen. Meski begitu dia tetap membantah seluruh tuduhan tersebut.

Seperti dilansir AFP, Senin (7/10), polisi menjemput Mahara di rumahnya menggunakan kendaraan roda empat. pada Minggu kemarin. Dia dibawa setelah pengadilan menyetujui surat perintah penahanan.


"Dia ditahan terkait proses penyelidikan dalam kasus itu," kata juru bicara Kepolisian Kathmandu, Shyam Lal Gyawali.


Dalam sebuah wawancara dengan situs hamrakura.com, korban menyatakan Mahara melakukan perbuatan itu pada 29 September lalu. Dia mengatakan saat itu Mahara tiba di rumahnya dalam keadaan mabuk dan memintanya ikut menenggak alkohol.

"Saya tidak menyangka akan terjadi peristiwa itu. Dia memaksa saya dan pergi setelah saya mengatakan akan memanggil polisi," kata korban.

Korban saat itu juga memperlihatkan lebam pada lengan, tangan dan kakinya akibat perbuatan Mahara.

[Gambas:Video CNN]

Polisi sudah mengumpulkan bukti-bukti berupa sebotol minuman keras jenis whisky dan kacamata yang pecah, diduga milik Mahara.

Meski begitu, korban sempat mencabut pernyataannya pada pertengahan pekan kemarin, diduga karena tekanan dan ancaman. Namun, dia memberanikan diri melapor ke polisi pada Jumat pekan lalu.

Kini pemerintah Nepal menghadapi tekanan dari masyarakat supaya kasus itu tetap diusut.

Mahara yang merupakan partai penguasa, Partai Komunis Nepal, menyangkal tuduhan itu. Namun, dia memutuskan mengundurkan diri.


Mahara adalah mantan pemberontak melawan pemerintah. Dia sebelumnya pernah menjabat menjadi menteri di beberapa kementerian dan sempat menjabat wakil perdana menteri. (ayp/ayp)