Trump Sebut Turki Keterlaluan Ingin Serang Kurdi di Suriah

CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 03:30 WIB
Trump Sebut Turki Keterlaluan Ingin Serang Kurdi di Suriah Presiden Donald Trump menganggap Turki sudah keterlaluan karena berencana menyerang kelompok Kurdi di perbatasan Suriah. (AFP Photo/Jim Watson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump menganggap Turki sudah keterlaluan karena berencana menyerang kelompok Kurdi yang berada di Suriah. Ia pun mengancam bakal menghancurkan ekonomi Turki.

"Jika Turki benar-benar melakukan hal itu, yang saya anggap kelewat batas, saya akan benar-benar menghancurkan ekonomi Turki (Saya sudah pernah melakukannya sebelumnya!)," kata Trump melalui Twitter.


Tak hanya Trump, sebelumnya juru bicara Kementerian Pertahanan AS, Jonathan Hoffman, juga memperingatkan Turki bahwa rencana mereka dapat membawa ketidakstabilan di kawasan.


"Kementerian Pertahanan menegaskan kepada Turki, juga presiden, bahwa kami tidak mendukung operasi Turki di Suriah Utara," ujar Hoffman sebagaimana dikutip AFP.

Namun, seorang pejabat dari Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa mereka tidak akan menghentikan rencana Turki dengan "cara militer."
Pernyataan ini dilontarkan setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan bahwa ia akan mengirimkan pasukan untuk menyerang Kurdi di perbatasan Suriah.

Ia mengaku sudah kehilangan kesabaran karena pasukan Kurdi terus melakukan pemberontakan di wilayah Turki.

Selama ini, AS sendiri bekerja sama dengan pasukan Kurdi di Suriah untuk melawan kelompok militan ISIS. AS pun selalu membela Kurdi, walaupun selama ini Turki menganggap kelompok tersebut sebagai teroris.

[Gambas:Video CNN]
Namun ketika Turki mengumumkan rencana untuk menyerang Kurdi di Suriah, AS malah menarik pasukannya. Kelompok Kurdi pun kecewa karena menganggap AS tak memenuhi janji untuk melindungi mereka.

"Pasukan AS tidak menunaikan janji mereka dan menarik pasukan di sepanjang perbatasan Turki. Turki sedang bersiap menyerang sebelah utara dan timur Suriah. Hal itu akan berdampak buruk terhadap perjuangan kami melawan ISIS," demikian isi pernyataan kelompok Kurdi. (has/has)