Malaysia Tahan Politikus Pendukung Kelompok Teror Sri Lanka

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 05:25 WIB
Malaysia Tahan Politikus Pendukung Kelompok Teror Sri Lanka Ilustrasi. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Malaysia menahan dua politikus yang diduga memiliki kaitan dengan kelompok teror asal Sri Lanka, Liberation Tigers of Tamil Eelam (LTTE).

Asisten direktur Divisi Kontra-Terorisme Polisi Diraja Malaysia (E8), Ayob Khan Mydin Pitchay, mengatakan bahwa kedua politikus dari Melaka dan Negri Sembilan tersebut diringkus dalam rangkaian operasi di sejumlah negara bagian pada Kamis (10/10).
Ayob mengatakan bahwa aparat menahan kedua politikus tersebut setelah terkumpul bukti bahwa mereka mendukung ideologi LTTE, yang sudah dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh Malaysia sejak 2014 lalu.

"Kedua anggota parlemen tersebut menghadiri upacara Hari Pahlawan LTTE Melaka pada 28 November. Mereka memberikan pidato dan secara terbuka mendukung kelompok teroris dan juga didapati mengirimkan brosur berkaitan dengan LTTE," ujar Ayob seperti dilansir New Straits Times.


Selain kedua politikus tersebut, lima orang lainnya juga dibekuk dalam rangkaian operasi di Kuala Lumpur, Selangor, Negri Sembilan, Perak, Kedah, dan Melaka tersebut.
Tersangka ketiga bekerja sebagai penjual besi tua dari Rawang. Ia merupakan penyelenggara acara Hari Pahlawan LTTE di Kuala Lumpur yang dihelat rutin setahun sekali setiap bulan November.

"Ia juga dinyatakan bersalah melukai Komisioner Tinggi Sri Lanka untuk Malaysia di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 4 September 2016. Ia didenda 10 ribu ringgit atas pelanggaran tersebut," ucap Ayob.

[Gambas:Video CNN]
Orang keempat yang ditangkap merupakan agen asuransi di Kuala Lumpur. Kepolisian meyakini ia juga terlibat dalam perencanaan serangan di bandara pada 2016 lalu.

Setelah itu, kepolisian juga menahan seorang sopir taksi dari Sungai Siput, Perak, yang kedapatan merekrut orang untuk masuk ke LTTE.

Tak hanya mereka, dua orang lainnya, yaitu seorang teknisi dari Kulim, Kedah, dan seorang operator di Sungai Buloh juga diringkus. Mereka diduga mendukung LTTE melalui media sosial. (has/has)