Gedung Putih 'Kutuk' Penyebar Video Trump Palsu

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 04:40 WIB
Gedung Putih 'Kutuk' Penyebar Video Trump Palsu Ilustrasi. (AFP Photo/Mandel Ngan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gedung Putih mengecam sebuah video yang menggambarkan Presiden Donald Trump palsu menembak dan menikam tokoh-tokoh media dan lawan-lawan politik Trump. Video dengan Trump palsu ini mengambil tempat sebuah konferensi untuk para pendukungnya.

Dalam meme internet yang diambil dari sebuah adegan film "Kingsman: The Secret Service", kepala presiden ditumpangkan pada seorang pria yang menembaki orang-orang yang wajahnya telah diganti dengan logo-logo outlet media termasuk CNN, Washington Post dan NBC TV.

"@POTUS @realDonaldTrump belum melihat video tersebut, dia akan segera melihatnya, tetapi berdasarkan semua yang dia dengar, dia sangat mengutuk video ini," kata juru bicara Gedung Putih Stephanie Grisham dalam sebuah tweet.


Dalam video 'Gereja Berita Palsu' karakter Trump menyerang senator John McCain di bagian belakang leher dan membakar kepala Senator Bernie Sanders, saingan presiden dari Partai Demokrat 2020.
Dia melemparkan senator Partai Republik Mitt Romney ke tanah dan menyerang mantan presiden Barack Obama dan membantingnya ke dinding.

CNN menulis di Twitter:

"Ini bukan pertama kalinya bahwa para pendukung Presiden telah mempromosikan kekerasan terhadap media dalam sebuah video yang mereka temukan menghibur, tetapi sejauh ini yang terburuk."

Jaringan media meminta Gedung Putih untuk mengecam klip itu.Asosiasi Koresponden Gedung Putih juga meminta Trump untuk mencela meme itu.

"Di sebuah konferensi para pendukung Trump, mereka memutar video tentang presiden kita yang membunuh wartawan di sebuah gereja," tweeted calon presiden dari Partai Demokrat Beto O'Rourke.

Mantan anggota Kongres Texas itu mencatat bahwa pendukung Trump Cesar Sayoc dipenjara tahun lalu karena mengirim bom mentah ke CNN dan Demokrat.
"Video ini tidak lucu. Itu akan membuat orang terbunuh," kata O'Rourke.

Organisasi media mendapat serangan verbal reguler dari Trump dan para pendukungnya.

Pada rapat umum, presiden AS berulang kali mendorong orang banyak untuk mengejek dan mencemooh wartawan yang meliput acara tersebut, menyebut mereka "berita palsu" dan "musuh rakyat."

Trump sebelumnya tweeted klip video yang diedit tentang dia menyerang pegulat yang kepalanya ditumpangkan dengan logo CNN. (age/age)