KILAS INTERNASIONAL

Spekulasi Kim Jong-un Berkuda Sampai Julian Assange Disiksa

CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 08:17 WIB
Spekulasi Kim Jong-un Berkuda Sampai Julian Assange Disiksa Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Selasa (15/10) kemarin. Mulai dari spekulasi di balik kegiatan berkuda Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, sampai pendiri WikiLeaks, Julian Assange, dilaporkan disiksa di penjara. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.


1. Kim Jong-un Tunggang Kuda Putih dan Spekulasi Serangan Korut

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un diyakini bakal membuat langkah besar dalam waktu dekat.


Hal itu terungkap lewat foto-foto terbaru Kim menunggang kuda putih di puncak Gunung Paektu, tempat suci bagi Korea Utara.

Gambar yang dirilis kantor berita KCNA itu memperlihatkan Kim menaiki kuda dengan latar pegunungan bersalju. Dengan jaket musim dingin, Kim seorang diri menyusuri gunung dan melewati pepohonan.

[Gambas:Video CNN]

Dalam keterangan foto, KCNA menulis perjalanan Kim menunggang kuda sebagai sebuah momen penting bagi Korut.

Dikutip AFP, para pejabat meyakini akan ada operasi besar untuk menyerang dunia dengan membuat langkah maju dalam revolusi Korea.

Para analis menduga simbol tersebut menandakan arah kebijakan baru untuk Korut terkait senjata nuklir.


2. Erdogan Sebut Tak Akan Gencatan Senjata dengan Kurdi di Suriah

Meski didesak Amerika Serikat untuk menghentikan gempuran di utara Suriah, Presiden Recep Tayyip Erdogan memastikan bahwa Turki tidak akan pernah mendeklarasikan gencatan senjata dalam perlawanan terhadap kelompok Kurdi di kawasan tersebut.

"Mereka menyuruh kami mendeklarasikan gencatan senjata. Kami tidak akan mendeklarasikan gencatan senjata," ujar Erdogan sebagaimana dikutip Hurriyet.

[Gambas:Video CNN]

Erdogan menyatakan bahwa Turki tidak akan bisa menghentikan perlawanan di utara Suriah selama Kurdi yang mereka anggap sebagai teroris masih berkeliaran di daerah perbatasan negara mereka.

"Mereka menekan kami untuk menghentikan operasi tersebut. Kami punya target yang jelas. Kami tidak takut dengan sanksi," tutur Erdogan.


3. Polisi Selandia Baru Penangkap Penembak Masjid Dapat Medali

Pemerintah Selandia Baru memberikan medali penghargaan kepada dua polisi yang berhasil menghentikan dan menangkap pelaku teror penembakan masjid, Brenton Harrison Tarrant (28). Namun, upacara pemberian anugerah itu dirahasiakan termasuk identitas kedua opsir.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (16/10), kedua polisi itu diberikan medali atas keberanian mereka menghentikan Tarrant. Upacara digelar tertutup dan dihadiri oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern.

Kedua opsir itu dianggap menyelamatkan nyawa banyak orang karena Tarrant sebenarnya berencana menyerang masjid ketiga di Kota Ashburton.


4. PBB Sebut Pendiri WikiLeaks Julian Assange Disiksa di Penjara

Pendiri situs WikiLeaks, Julian Assange, disebut disiksa selama ditahan di penjara Inggris.

Selain mendapat penyiksaan, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait Kasus Penyiksaan, Nils Melzer, mengatakan proses hukum Assange selama ini juga telah "dilanggar secara sistematis" oleh semua negara yang terlibat.

[Gambas:Video CNN]

"Kami menyimpulkan bahwa dia (Assange) disiksa dalam waktu yang lama. Ini berdasarkan penilaian medis," kata Melzer di New York pada Rabu (16/10).

Dikutip Russia Today (RT), Melzer mendasari pernyataannya itu setelah mengunjungi Assange bersama dua ahli medis di Lembaga Pemasyarakatan Belmarsh kemarin. (ayp/ayp)