Macron Hubungi Putin Bahas Gencatan Senjata di Suriah

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 02:18 WIB
Macron Hubungi Putin Bahas Gencatan Senjata di Suriah Turki melakukan serangan terhadap militan Kurdi pada 9 Oktober lalu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan sekutunya bahwa ia mengumumkan menarik sebagian besar pasukan AS dari timur laut Suriah. (Zein Al RIFAI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Prancis Emmanuel Macron berkata kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa pihaknya ingin perpanjangan masa gencatan senjata Turki di timur laut Suriah.

"Presiden [Macron] menggarisbawahi pentingnya memperpanjang gencatan senjata saat ini, dan mengakhiri krisis secara diplomatik," kata pernyataan Istana Elysee usai komunikasi antara Macron dan Putin.

Turki sebelumnya telah sepakat menghentikan serangan terhadap pasukan Kurdi di Suriah hingga Selasa pukul 10 malam waktu setempat, bila pasukan Kurdi menarik diri dari "zona aman", 120 kilometer dari perbatasan dengan Turki.


Turki telah memperingatkan bakal melanjutkan serangan mereka terhadap pasukan Kurdi yang tersisa di zona tersebut setelah tenggat waktu Selasa malam.


Komunikasi dari Macron itu terjadi sebelum kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke kota resor Rusia, Sochi, untuk mengadakan pertemuan dengan Vladimir Putin.

Rusia merupakan pendukung kuat Turki, dan akan menjadi kunci rencana Ankara untuk memperpanjang zona aman, yang telah digagalkan saat ini dengan kedatangan pasukan Pemerintah Suriah.

Turki memandang milisi Kurdi Suriah YPG sebagai teroris, meski pasukan tersebut berperan penting dalam kekalahan kelompok ISIS di Suriah pada awal tahun ini.

Turki melakukan serangan terhadap kelompok tersebut pada 9 Oktober lalu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan sekutunya bahwa ia mengumumkan menarik sebagian besar pasukan AS dari timur laut Suriah.

Menurut pernyataan Kremlin setelah komunikasi dengan Macron, Putin mengatakan kepada Presiden Prancis tersebut tentang "upaya Rusia yang bertujuan untuk menstabilkan situasi di kawasan tersebut" termasuk melalui berkomunikasi dengan berbagai pihak.


Kedua pemimpin negara itu juga sepakat bahwa "perlu menghormati kedaulatan dan integritas wilayah" Suriah, kata pernyataan tersebut tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Istana Kepresidenan Prancis juga mengatakan bahwa Macron dan Putin membahas persiapan pertemuan puncak yang akan datang untuk mengakhiri konflik di Ukraina.

Macron diperkirakan akan menjadi tuan rumah KTT "Normandy Four" dengan Ukraina dan Rusia serta Jerman, meski belum ada tanggal penetapan.

Moskow telah mengatakan sejumlah syarat yang mesti dipenuhi sebelum pertemuan empat pihak itu berlangsung.

Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia mesti menarik tentaranya dari timur negara tersebut sebelum pertemuan sejenis apa pun berlangsung. (AFP/end)