Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan, Buka Jalan untuk Rival

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 07:10 WIB
Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan, Buka Jalan untuk Rival Benjamin Netanyahu mengakui tak bisa membentuk pemerintahan setelah hasil imbang pemilu. Ia mempersilakan rivalnya, Benny Gantz, mencoba membentuk pemerintahan. (AFP Photo/AP and Pool/Dan Balilty)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui tak bisa membentuk pemerintahan setelah hasil pemilihan umum Israel imbang. Ia pun mempersilakan rivalnya, Benny Gantz, untuk mencoba membentuk pemerintahan baru.

"Beberapa saat lalu, saya menginformasikan presiden bahwa saya menyerahkan mandat saya untuk membentuk pemerintahan," kata Netanyahu melalui video yang diunggah di laman Facebook resminya pada Senin (21/10).

Netanyahu kemudian menyalahkan Presiden Israel, Reuven Rivlin, karena memberikan waktu terlalu singkat baginya untuk membentuk pemerintahan, yaitu 28 hari.
Meski demikian, menurut Rivlin, waktu tersebut sudah sesuai dengan konstitusi. Dengan keputusan Netanyahu ini, Rivlin pun memberikan waktu 28 hari bagi Gantz untuk berupaya membentuk pemerintahan.


Koalisi tempat Gantz bernaung, Biru dan Putih, pun langsung bergerak. Mereka berharap dapat mengumpulkan dukungan yang cukup sebelum tenggat waktu berakhir.

"Waktunya sudah tiba dan sekarang waktunya beraksi. Biru dan Putih bertekad membentuk pemerintahan liberal bersatu, dipimpin Benny Gantz, yang dipilih oleh rakyat Israel bulan lalu," demikian pernyataan Biru dan Putih.
Dengan pernyataan tersebut, Biru dan Putih dianggap memberikan sinyal bahwa mereka ingin menghimpun kubu liberal dan membatasi diri dari pengaruh keagamaan.

Gantz pun diperkirakan bakal kesulitan membentuk koalisi baru. Koalisinya saat ini, Biru dan Putih, dianggap sudah maksimal dan sejumlah kubu kuat berbasis agama diperkirakan bakal langsung mundur.

Kisruh pembentukan pemerintahan baru ini kembali mencuat ketika komite pemilihan umum Israel mengumumkan bahwa hasil akhir pesta demokrasi terakhir memberikan kemenangan tipis bagi Biru dan Putih dengan perolehan 33 kursi di parlemen.

[Gambas:Video CNN]
Menyusul di belakangnya partai pimpinan Netanyahu, Likud, dengan perolehan 32 kursi dari 120 kursi parlemen yang diperebutkan.

Dengan perolehan kursi tersebut, tak ada kubu yang berhasil meraup mayoritas parlemen sehingga Likud bersama Biru dan Putih harus menggelar negosiasi untuk membentuk pemerintahan bersama.

Netanyahu dan Gantz sendiri sudah diberikan waktu untuk bernegosiasi. Namun, Gantz menolak dan memberikan kesempatan bagi Netanyahu untuk bergerak terlebih dulu.

Jika semua upaya gagal, presiden berhak memberikan mandat kepada parlemen untuk memilih langsung salah satu calon. Selain itu, presiden juga berwenang untuk menggelar pemilu ulang. (has/has)