Otoritas Sumber Daya Mineral Papua Nugini menyatakan bahwa mereka sudah memerintahkan para pemilik kilang Ramu Nickel itu menutup semua kegiatan produksi mulai 21 Oktober hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Penyebab penutupan dilaporkan akibat kegagalan perusahaan dalam memperbaiki serangkaian masalah pencemaran laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan ini sempat menemui pihak berwenang Papua Nugini untuk meminta persetujuan penambahan kapasitas produksi pada awal tahun ini.
Selain berdampak terhadap laut, pencemaran itu juga menyebabkan warga yang tinggal di sekitar pabrik dan pantai harus angkat kaki.
Hubungan China dengan Papua Nugini sendiri sebenarnya damai. Namun, ada beberapa gesekan akibat regulasi proyek tambang mineral dan infrastruktur. (fls/has)