Topan Hagibis Tewaskan 10 Orang di Jepang, Tiga Hilang

CNN Indonesia | Sabtu, 26/10/2019 16:43 WIB
Topan Hagibis Tewaskan 10 Orang di Jepang, Tiga Hilang Ilustrasi. Dampak Topan Hagibis di kawasan Nagano, Jepang. (Yohei Kanasashi/Kyodo News via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim penyelamat bekerja keras membersihkan puing-puing dari tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat di Jepang pada hari Sabtu (26/10), ketika jumlah korban badai meningkat menjadi 10 orang dengan tiga orang lainnya dilaporkan masih hilang.

Rekaman udara menunjukkan pekerja mengeluarkan puing-puing dari dua rumah yang hanyut di Chiba, tenggara Tokyo, dua minggu setelah topan mematikan melesat ke daerah itu.

Sembilan orang tewas akibat tanah longsor dan banjir di kawasan itu, termasuk dua pria lansia yang ditemukan tewas dalam mobil yang tenggelam, kata pejabat di Jepang.



Seorang wanita berusia 40-an ditemukan tewas di dekat pantai di timur Fukushima, menurut seorang petugas pemadam kebakaran.

Tim penyelam dikerahkan untuk mencari orang-orang yang masih hilang, diberitakan NHK jumlah yang hilang ada tiga orang.

Ribuan orang terpaksa bermalam di Bandara Narita setelah layanan kereta dihentikan, tambahnya.

"Air mengalir di kebun saya seperti sungai," kata seorang pria berusia 75 tahun kepada NHK. "Hujan lebih deras daripada saat topan."


Dua minggu lalu, Topan Hagibis menghantam pantai timur Jepang, menewaskan lebih dari 80 orang. Banyak tepian sungai dan tanggul yang bobol setelah Hagibis menerpa.

Upaya penyelamatan menerima beberapa bantuan ketika Badan Meteorologi Jepang menurunkan peringatan tanah longsor dan banjir saat hujan mereda pada Sabtu pagi di banyak daerah.

Perintah evakuasi juga dicabut di banyak daerah, meskipun 1.800 orang masih berada di tempat penampungan, NHK melaporkan.


[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)